Penyelesaian Akhir dan Kondisi Fisik Masih Jadi PR Timnas Indonesia U-16

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 14 Mar 2020, 13:35 WIB
Diperbarui 14 Mar 2020, 13:35 WIB
Timnas Indonesia U-16

Jakarta - Timnas Indonesia U-16harus puas bermain imbang 1-1 melawan tim Piala Soeratin Bekasi U-17 pada laga uji coba yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jumat (13/3/2020). Pelatih Garuda Muda, Bima Sakti, menyebut penyelesaian akhir dan kondisi fisik masih menjadi kelemahan pasukannya.

Pada laga tersebut, Timnas Indonesia U-16 lebih dulu kebobolan pada babak pertama. Timnas Indonesia U-16 yang tampil dominan berusaha mencetak gol penyeimbang.

Sejumlah peluang yang didapat gagal menjadi gol karena buruknya penyelesaian akhir di depan gawang lawan. Pada akhir babak kedua, Timnas Indonesia U-16 akhirnya memecah kebuntuan melalui Alexandro Felix Kamuru. Namun, di sisa waktu tak ada lagi gol yang mampu dicetak.

"Tadi ada banyak kendala masalah penyelesaian akhir dan akan kami perbaiki. Kemudian masalah fisik juga akan kami benahi karena ada beberapa pemain yang merasakan kram," kata Bima Sakti setelah pertandingan.

"Yang paling penting adalah pemain sudah lebih banyak perkembangannya jika melihat hasil pertandingan dan pemusatan latihan di Yogya," ujar Bima Sakti.

Pertandingan uji coba ini merupakan rangkaian dari pemusatan latihan tahap ketiga yang berlangsung di Bekasi sampai 20 Maret 2020. Timnas Indonesia U-16 akan melakoni laga uji coba kedua melawan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi

 

2 dari 3 halaman

Ada Perkembangan

Timnas Indonesia U-16
Laga uji coba antara Timnas Indonesia U-16 kontra Tim Soeratin Bekasi U-17 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (13/3/2020). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Meskipun gagal meraih kemenangan pada laga uji coba, pelatih Bima Sakti menyebut timnya menunjukkan perkembangan. Menurut Bima Sakti, Timnas Indonesia U-16 sudah lebih baik dalam skema bertahan dan proses transisi dalam permainan.

"Masalah bertahan sudah ada perubahan. Yang paling terpenting mungkin kami tekankan di awal adalah proses transisi di mana ketika bertahan harus cepat menyerang.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓