Presiden AS Minta Ditunda, Jepang Pastikan Olimpiade 2020 Jalan Terus

Oleh Yus Mei Sawitri pada 13 Mar 2020, 20:45 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 20:45 WIB
Api Olimpiade Tokyo 2020 Dinyalakan di Yunani

Tokyo - Jepang bergeming dengan usulan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang meminta Olimpiade Tokyo 2020 agar ditunda selama satu tahun. Sebagai tuan rumah, Jepang akan tetap menggelar agenda olahraga multi cabang empat tahunan tersebut sesuai jadwal semula.  

"Saya memahami pernyataan Presiden Trump, namun kami terus bekerja erat dengan IOC (Komite Olimpiade Internasional), komite penyelenggara, dan Tokyo dalam mempersiapkan Olimpiade ini seperti sudah direncanakan," kata Suga kepada wartawan, seperti dilansir Antara, Jumat (13/3/2020). 

Pada Kamis (12/3/2020), Trump mengungkapkan pihak penyelenggara mesti mempertimbangkan penundaan Olimpiade Tokyo 2020 selama satu tahun akibat pandemi virus corona. Menurutnya, perhelatan pesta olahraga terbesar di dunia itu tidak akan berarti apa-apa jika tanpa dihadiri penonton.

Trump juga dikabarkan sempat berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Juru bicara senior pemerintah Jepang, Naoki Okada, mengatakan kedua pemimpin tidak membahas penundaan Olimpiade Tokyo atau menggelarnya tanpa penonton. 

"Perdana Menteri sudah tegas menyatakan bahwa dia ingin memenangkan perang melawan virus corona dan menyukseskan Olimpiade Tokyo 2020 musim panas ini," kata Okada dalam briefing media.

Okada juga mengatakan kedua pemimpin tidak membahas pembatasan perjalanan antara Jepang dan AS. Trump pada Rabu mengumumkan AS melarang perjalanan ke Eropa demi mencegah penyebaran virus itu secara lebih jauh.

2 dari 3 halaman

Tetap Melakukan Persiapan

Api Olimpiade Tokyo 2020 Dinyalakan di Yunani
Juara menembak Olimpiade asal Yunani, Anna Korakaki memegang obor saat upacara penyalaan api Olimpiade Tokyo 2020 di Kota Tua Olympia, Yanani, Kamis (12/3/2020). (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Sebelumnya, Jepang menyatakan Olimpiade Tokyo 2020 tetap akan digelar sesuai jadwal kendati Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan Virus Corona COVID-19 sebagai pandemi global. Sebagai tuan rumah, Jepang tetap melakukan persiapan untuk pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. 

Olimpiade Tokyo akan bergulir pada 24 Juli hingga 9 Agustus. Namun, event tersebut diragukan bisa digelar sesuai jadwal karena WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. 

Pada Rabu (13/3/2020), sempat muncul wacana Olimpiade Tokyo 2020 akan ditunda dua tahun. Namun, opsi tersebut langsung dibantah pemerintah Jepang. 

"Tak ada perubahan sikap pemerintah. Kami akan melakukan persiapan untuk Olimpiade Tokyo 2020 sesuai rencana. Kami juga terus melakukan kontak intens dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC), penyelenggara, dan pemerintah Kota Tokyo," kata Yoshihide Suga. 

Sumber: Antara, Kyodo News

Disadur dari Bola.com (Penulis Yus Mei Sawitri, Published 13/3/2020).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓