5 Keputusan VAR Liga Inggris yang Memicu Kontroversi di Tahun 2020

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 20 Feb 2020, 08:40 WIB
Diperbarui 20 Feb 2020, 08:40 WIB
Ilustrasi VAR di sepak bola

Jakarta - Video assistant referee alias VAR menjadi perdebatan hangat sejak Liga Inggris menggunakannya pada 2019/2020. Beberapa kontroversi muncul akibat teknologi itu. 

Beberapa kejadian membuat penonton Liga Inggris seperti ingin menepuk jidat. Sebagian besar kontroversi VAR di Liga Inggris adalah terkait offside.

Tak jarang beberapa pemain yang telah berselebrasi merayakan gol dibuat heran. Pasalnya, gol mereka dianulir karena bagian tubuh, mulai ketiak hingga jempol kaki, mendahului pemain terakhir lawan.

Sejak awal 2020, ternyata semakin banyak keputusan VAR yang dipertanyakan. Beberapa bahkan lebih membingungkan daripada yang terburuk pada 2019.

Berikut Bola.com merangkum lima kekacauan VAR paling kontroversial di Liga Inggris sejak awal 2020 dilansir dari Sportskeeda, Rabu (19/2/2020).

2 dari 6 halaman

1. Gol Jack Grealish Dianggap Offside

Jack Grealish
Gelandang Aston Villa asal Inggris, Jack Grealish. (AFP/Adrian Dennis)

Tahun baru menghadirkan pertandingan yang menarik antara Aston Villa melawan Burnley di Turf Moor. Aston Villa sempat unggul pada menit ke-11 setelah Jack Grealish memaksimalkan umpan Ezri Konsa.

VAR kemudian membuat keputusan menganulir gol tersebut karena tumit kaki Konsa berada di depan James Tarkowski.

3 dari 6 halaman

2. Gol Tangan Tuhan Glenn Murray Disahkan

Top Scorer Liga Inggris
Glenn Murray (Brighton). (AFP/Glyn Kirk)

West Ham United mengira akan mendapat 3 poin setelah unggul dua gol atas Brighton & Hove Albion di kandang sendiri, 1 Februari 2020. Namun, semangat tak kenal menyerah Brighton memaksa pertandingan berakhir 3-3.

Namun, gol ketiga Brighton memunculkan kontorversi. Awalnya wasit Michael Oliver menganulir gol tersebut karena handball.

VAR kemudian memberi tanda gol tersebut sah. Padahal dalam tayangan ulang terlihat Glenn Murray tertangkap handball. Meski begitu VAR tetap mengesahkan gol tersebut.

4 dari 6 halaman

3. VAR Menghentikan Pertandingan Terlalu Lama

Tottenham Hotspur Vs Manchester City
Pemain Tottenham Hotspur merayakan gol Steven Bergwijn (tengah) ke gawang Manchester City, pada laga pekan ke-25 Premier League di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (2/2/2020). Spurs pun menang 2-0 atas Man City. (AFP/Ben Stansall)

Duel Tottenham Hotspur melawan Manchester City menimbulkan kontroversi 10 menit sebelum pertandingan usai. Sergio Aguero terjatuh setelah bertabrakan dengan Serge Aurier.

Wasit Mike Dea menolak menghadiahkan penalti untuk Manchester City. Padahal dalam tayangan ulang tampak jelas Aguero dilanggar Aurier.

VAR meninjau kejadian tersebut dan akhirnya Manchester City mendapat penalti. Namun, pengambilan keputusan VAR tersebut membutuhkan waktu hingga empat menit. Itu merupakan waktu yang cukup lama.

5 dari 6 halaman

4. VAR Offside yang Keterlaluan

Manchester City Kalah
Para pemain Wolverhampton Wanderers dan sang manajer, Nuno Espirito Sant, gembira setelah menaklukkan Manchester City, di Stadion Molineux, tadi malam. Wolves unggul 3-2. (AFP / Paul Ellis)

Pertandingan di hari Valentine 2020 menghasilkan skor kacamata untuk Wolverhampton Wanderes dan Leicester City. Wolves sempat mencetak gol.

Melalui skema sepak pojok, Pedro Neto mengirimkan umpan kepada Diogo Jota yang berakhir dengan sundulan Wily Boly. Satu menit setelah perayaan Wolves berakhir, gol tersebut batal karena offside.

Pangkal masalahnya adalah ujung kaki Neto masuk ke lapangan setelah melepaskan umpan pendek. Sontak sang pemain tersinggung.

6 dari 6 halaman

5. Harry Maguire Terhindar dari Kartu Merah

Starting XI Termahal pada Bursa Transfer Musim Panas 2019
Harry Maguire (Bek Tengah) - Dari Leicester City ke Manchester United dengan harga 87 juta euro. (AFP/Oli Scarff)

Pertandingan Chelsea kontra Manchester United menghasilkan drama terkait lepasnya Harry Maguire dari kartu merah. Padahal kaki bek Manchester United itu mengenai area vital Michy Batshuayi.

Kubu Chelsea berang dan menilai itu pelanggaran yang layak mendapat hadiah kartu merah. Namun, VAR menanggap itu bukan pelanggaran.

 

Sumber: Sportkeeda

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hanif Sri Yulianto/Editor: Yus Mei Sawitri, published 19/2/2020)

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Keren, Game MotoGP 20 Terlihat Nyata dan Realistis