Karier Marc Marquez di MotoGP Sempat Berantakan dan Nyaris Pensiun Tahun 2011

Oleh Hendry Wibowo pada 12 Feb 2020, 14:22 WIB
Diperbarui 12 Feb 2020, 14:22 WIB
Marc Marquez
Perbesar
Marc Marquez (Amal/Liputan6.com)

Jakarta - Pembalap MotoGP Repsol Honda, Marc Marquez bersiap menjadi legenda. Pembalap asal Spanyol itu telah memenangi delapan titel juara dunia Kejuaraan Dunia Balap Motor. Dia pernah merasakan gelar juara kelas 125 cc pada musim 2010.

Kemudian ketika naik kelas ke Moto2, pembalap asal Spanyol ini juga menggenggam gelar juara pada musim 2012. Puncaknya di MotoGP, sampai kini, ia sudah mendapat enam gelar juara dunia.

Yang patut jadi sorotan, sejak naik kelas ke MotoGP pada musim 2013, Marquez hanya sekali gagal menyabet titel terbaik. Adalah musim 2015 ketika ia kalah bersaing kontra Jorge Lorenzo.

Namun siapa sangka, sebelum meraih banyak sukses ini, karier Marquez sempat berantakan dan nyaris pensiun tahun 2011.

Semua terjadi ketika ia masih mengikuti kelas Moto2 pada 2011. Kala itu, ia berstatus rookie dan sedang bersaing untuk merengkuh titel juara dunia kontra Stefan Bradl.

2 dari 5 halaman

Kecelakaan di Sepang

Ilustrasi MotoGP
Perbesar
Marc Marquez mengalami kecelakaan pada seri MotoGP Australia di Phillip Island, Oktober 2016 lalu. ( EPA/Tracey Nearmy))

Momen yang nyaris membuat Marc Marquez pensiun itu terjadi pada sesi latihan bebas Moto2 2011 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Dia mengalami kecelakaan pada latihan bebas pertama (FP1).

Awalnya kecelakaan tersebut dianggap biasa saja oleh sang pembalap. Dia bahkan sempat mengikuti sesi kualifikasi dan melahap dua lap. Kala itu, lap terbaiknya hanya menempatkannya di posisi 36.

Namun pada akhirnya ia harus melewati lomba GP Malaysia setelah gagal lulus tes medis. Marquez enggan menyerah. Dia turut hadir pada lomba putaran terakhir di Valencia.

Namun pada akhirnya, kakak dari Alex Marquez itu mundur lantaran mengalami masalah penglihatan. Gelar juara dunia Moto2 2011 pun milik Stefan Bradl.

3 dari 5 halaman

Operasi Mata

Marc Marquez, Honda
Perbesar
Marc Marquez dan Alex dalam peluncuran Honda di Jakarta, Selasa (4/2/2020). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Efek dari masalah penglihatan itu, Marquez harus menjalani operasi pada mata kanan. Operasi yang membuatnya harus absen selama lima bulan.

Satu hal yang paling membuatnya sempat depresi adalah dokter yang melakukan operasi tidak memberikan jaminan bahwa mata kanan sang pembalap bisa kembali seperti semula.

Pada titik inilah, Marquez merasa frustrasi dan penuh tanda tanya apakah bisa melanjutkan mimpi sebagai pembalap hebat. "Ini merupakan momen tersulit dalam karier saya," kata Marquez.

"Karena itu merupakan lima bulan begitu panjang dengan cedera itu. Kami mengunjungi dokter sebanyak 6-7 kali untuk memahami tipe cedera seperti apa yang saya rasakan," lanjut pembalap berusia 26 tahun itu.

 

4 dari 5 halaman

Sempat Jatuh

Marquez semakin jatuh, karena pada sebuah momen ia pernah mencoba mengendarai motor motocross dan penglihannya masih ganda. Alhasil vonis dokter yang menyebutnya terancam gagal melanjutkan karier semakin terpampang.

"Saya selalu menjaga mentalitas positif. Pelajaran dari pengalaman ini, Anda harus menikmati semua momen. Karena Anda tidak tahu apa yang terjadi di masa depan," Marquez menerangkan.

Sumber: Crash.net

Disadur dari Bola.com (Hendry Widodo)

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Marquez di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓