MU Terancam Krisis Finansial jika Gagal ke Liga Champions

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 08 Feb 2020, 14:35 WIB
Diperbarui 08 Feb 2020, 14:35 WIB
Paul Pogba
Perbesar
Ekspresi trio Manchester United (MU) Jesse Lingard, Paul Pogba, dan Angel Gomes saat dikalahkan Cardiff City 0-2 pada laga penutup Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (12/5/2019). (AFP/Oli Scarff)

Manchester - Manchester United (MU) terancam krisis finansial jika lolos ke Liga Champions musim depan. Kegagalan ini tentu bakal memengaruhi proses pembangunan skuat Ole Gunnar Solskjaer.

MU saat ini berada di peringkat ke-7 klasemen sementara, terpaut enam poin dari empat besar. Posisi ini sebenarnya tidak terlalu buruk, tapi kondisi MU beberapa bulan terakhir tidak terlalu menjanjikan.

Persaingan menembus empat besar juga tidak mudah. Ada Leicester City yang mengurangi satu slot untuk tim The Big Six, Manchester United pun harus bersaing ketat dengan Chelsea dan Tottenham Hotspur.

Manchester United sudah beberapa kali absen dari kompetisi tertinggi Eropa itu beberapa musim terakhir, kini terancam gagal lagi dengan konsekuensi besar.

Kabarnya Manchester United menghadapi ancaman krisis finansial besar apabila gagal menembus Liga Champions musim depan. Gagal ke Liga Champions berarti gagal memenuhi tuntutan kontrak sponsor dan gagal menjawab ekspektasi.

Sejumlah sponsor merasa hanya bisa mengantongi keuntungan kecil dari klub yang gagal meraih trofi atau tidak bermain di Liga Champions, meski masih untung.

Gagal bermain di Liga Champions musim depan berarti Manchester United harus rela kehilangan sampai 20 juta poundsterling dari klausul kerja sama dengan Adidas, jumlah yang cukup besar untuk satu musim.

MU juga bakal kesulitan memperbarui kontrak lama beberapa tahun ke depan. Sebab para sponsor bakal lebih tertarik bekerja sama dengan tim yang lebih sukses.

 

Video


Butuh Biaya Besar

Kehilangan sponsor tidak bisa dianggap remeh, bahkan untuk klub sebesar Manchester United. Football Money League Deloitte menduga Manchester United bakal mendapati kemerosotan besar dalam total pendapatan tahunan pada tahun finansial 2020 ini.

Manchester United mungkin kaya raya, tapi mereka juga menanggung beban gaji terbesar di Premier League. Setan Merah harus mengeluarkan sekitar 232 juta poundsterling per tahun hanya untuk membayar pemain.

Situasi ini bakal membuat MU semakin kesulitan mendapatkan pemain incaran mereka. Seperti yang terjadi pada kasus Bruno Fernandes, butuh negosiasi panjang serta tarik-ulur harga untuk merayu Sporting.

Sumber: Goal

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 6/2/2020)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya