Berhubungan Seks dengan Mantan, Atlet Cantik Sempat Dicurigai Pakai Doping

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 31 Jan 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 17:00 WIB
Laurence Vincent-Lapointe
Perbesar
Laurence Vincent-Lapointe, atlet wanita yang terbebas dari doping. (Graham Hughes/The Canadian Press via AP)

Liputan6.com, Kanada - Juara dunia kano, Laurence Vincent-Lapointe dinyatakan terbebas dari doping setelah dirinya bisa membuktikan tidak memakai zat terlarang. Atlet cantik ini terkontaminasi zat yang diduga doping akibat hubungan seks dengan mantan pacarnya.

Pada Juli 2019, Laurence Vincent-Lapointe, yang sudah juara dunia hingga 11 kali itu gagal lolos tes doping menjelang Kejuaraan Dunia Sprint Kano ICF. Di dalam tubuh atlet berambut pirang ini ada jejak ligandrol, zat terlarang seperti steroid.

Tentunya hal tersebut membuat wanita berusia 27 tahun tersebut kaget. Pasalnya, Laurence tak pernah menggunakan doping atau zat terlarang lainnya.

Untungnya, Laurence berhasil membuktikan dirinya tidak menggunakan doping. Zat terlarang itu masuk ke tubuhnya saat berhubungan seks dengan mantan pacar sebelum Kejuaraan Dunia Sprint Kano ICF.

Saya sangat marah. Namun, pada saat yang sama, saya merasa lega setelah berbulan-bulan mencari penyebabnya. Kami berhasil menemukan penyebab saya terkontaminasi," kata atlet cantik tersebut, dikutip dari RT.

 

 

2 dari 4 halaman

Sempel Rambut Mantan Pacar

Laurence Vincent-Lapointe
Perbesar
Laurence Vincent-Lapointe. (AP Photo/Pavel Golovkin, file)

Wanita asal Kanada itu berpikir keras siang dan malam untuk mencari penyebabnya. Bahkan, dia sampai memikirkan jenis makanan yang dikonsumsinya.

"Saya memikirkan yang dimakan, obat apa yang diminum. Ada tempat di mana saya bisa mengecek dengan aman atau tidak," ucap Laurence.

Sementara itu, pengacara Laurence, Adam Klevinas mengatakan, pihaknya lega berhasil membuktikan kebenaran. Terlebih, mereka harus meminta mantan pacar Laurence untuk mengaku menggunakan zat terlarang.

"Butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan hasilnya. Kami mendapat ide untuk menganalisis rambut mantannya dan menguji produk yang akhirnya dia akui sebagai doping," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Bisa Tampil di Olimpiade 2020

Dengan pembuktian tersebut, Federasi Kano Internasional (ICF) memperbolehkan Laurence tampil di Olimpiade 2020 yang berlangsung di Jepang.

"Setelah mempertimbangkan bukti ahli yang diberikan tim hukum Nona Laurence, dan jejak ligandrol yang sangat kecil, ICF menerima kalau dia tidak sengaja mengambil zat ilegal itu," bunyi pernyataan resmi ICF.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓