3 Kebijakan Unik Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-19

Oleh Hesti Puji Lestari pada 25 Jan 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 25 Jan 2020, 09:30 WIB
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, perlahan-lahan menunjukkan kualitasnya sebagai manajer. Beberapa manuver menggelitik pun dilakukan pria asal Korea Selatan itu untuk membuat Timnas Indonesia U-19 tampil sesuai ekspektasi.

Shin Tae-yong resmi mejabat sebagai pelatih kepada di Timnas Indonesia pada akhir Desember 2019. Saat ini, Shin tengah disibukkan membina Timnas Indonesia U-19.

Para pemain Garuda Nusantara bakal mencicipi sejumlah laga uji coba melawan tim-tim lokal Thailand hingga Korea Selatan. PSSI memproyeksi hingga 1 Februari, Timnas Indonesia U-19 setidaknya menjalani enam kali laga uji coba.

Shin Tae-yong mengaku cukup terkejut dengan skuat binaan Fakhri Huasini tersebut. Meski mereka telah lolos ke putaran final Piala AFC U-19 2020, komposisi Garuda Muda itu dinilainya tidak begitu spesial. Mereka dianggap masih butuh binaan lebih lanjut untuk bisa mengoptimalkan kemampuan.

Mengacu pada hal tersebut, Shin Tae-yong mulai menerapkan kebijakan untuk memperbaiki performa pemain Timnas Indonesia U-19. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan sejumlah kebijakan baru.

Bola.com menemukan fakta menarik tentang kebijakan yang diterapkan Shin Tae-yong. Beberapa kebijakannya terbilang unik dan menggelitik.

Jika Anda penasaran dengan kebijakan menggelitik ala Shin Tae-yong, berikut Bola.com telah merangkumnya. 

2 dari 5 halaman

1. Aturan Makan

Timnas Indonesia
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memeberi arahan saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pemain mengikuti seleksi untuk memperkuat skuat utama Timnas Indonesia U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Shin Tae-yong dikabarkan mulai membatasi asupan makanan tak bergizi untuk pemain Timnas Indonesia U-19. Di sepanjang TC di Chiang Mai, para pemain Tim Garuda Muda tak boleh makan sembarangan.

Mereka dilarang menyantap makanan goreng-gorengan. Kebijakan itu bukan tanpa alasan. Gorengan biasanya mengandung kalori tinggi.

Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin berat badan pemain Timnas Indonesia U-19 akan mudah naik. Padahal, gorengan merupakan makanan yang memiliki godaan tersendiri, apalagi untuk warga Indonesia. Kebijakan tersebut bakal menjadi tantangan untuk Bagas Kahfa dkk.

3 dari 5 halaman

2. Batasi Media Sosial

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan arahan saat latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Senin (13/1/2020). Pria asal Korsel ini menjalankan tugas perdananya dengan memantau dan memberikan arahan di seleksi timnas U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Shin Tae-yong mengaku tidak punya akun media sosial, termasuk Instagram, Twitter, dan sebagainya. Bukan apa-apa. Menurut Shin Tae-yong, beraktivitas di media sosial dapat mengganggu konsentrasinya.

Kebijakan itu juga yang diterapkan Shin kepada pemain Timnas Indonesia U-19. Aturan diyakini bakal semakin ketat jelang pertandingan. Para pemain bahkan dilarang untuk beredar di lini masa.

"Jujur, saya sama sekali tidak menggunakan media sosial. Oleh karena itu, saya bisa fokus ke pertandingan," ujar Shin Tae-yong disadur dari wawancaranya dengan PSSI.

"Jadi ini juga menjadi pesan kepada pemain. Untuk tidak bermain media sosial saat menjelang pertandingan," jelasnya.

4 dari 5 halaman

3. Ajari Teknik Dasar Terlebih Dahulu

Timnas Indonesia U-19
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengamati permainan Timnas Indonesia U-19 saat internal games di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (15/1). Sebanyak 53 pemain mengikuti seleksi untuk memperkuat skuat utama Timnas Indonesia U-19. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bukan hanya soal kebijakan, Shin tae-yong juga melakukan manuver tentang teknik melatihnya. Alih-alih mengajari teknik baru kepada pemain Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong justru menyuruh mereka memahami teknik dasar terlebih dahulu.

"Kami fokus menjalani sesi latihan bagaimana para pemain nanti bisa mengoper bola dengan baik dan benar. Baik umpan pendek atau panjang," ungkap Shin Tae-yong.

Keputusan Shin tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pemain harus ahli dalam teknik dasar sebagai modal improvisai teknik lanjutan.

Disadur dari Bola.com (Hesti Puji Lestari/Yus Mei Sawitri)

5 dari 5 halaman

Saksikan Shin Tae Yong di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Kevin Sanjaya, Anak Muda Berprestasi Versi Forbes Indonesia