Miralem Pjanic Ungkap Rahasia Kehebatan Juventus di Serie A

Oleh Liputan6.com pada 24 Jan 2020, 19:05 WIB
Diperbarui 24 Jan 2020, 19:05 WIB
klub pendapatan terbanyak 2019
Perbesar
Juventus begitu perkasa di serie A (AFP/Marco Bertorello)

Liputan6.com, Turin- Juventus kembali menguasai klasemen Liga Italia setelah mendapatkan saingan ketat dari Inter Milan. Pengalaman dan pemain yang mumpuni membuat Juventus stabil dalam menjalani musim. Lalu apa lagi rahasianya?

Satu kekalahan Juventus berasal dari Lazio saat keduanya bertemu di ajang Serie A beberapa bulan yang lalu. Lazio juga yang memberi mereka kekalahan dalam partai final Supercopa Italiana pada bulan Januari ini.

Selain satu kekalahan atas Lazio, klub berjuluk Bianconeri itu juga menuai tiga hasil imbang. Sementara 16 laga sisanya berhasil mereka menangkan. Alhasil, Juventus menduduki peringkat pertama di klasemen dengan koleksi 51 poin.

Perjalanan Juventus di fase grup Liga Champions sendiri berjalan dengan baik. Mereka sukses menyapu bersih lima dari enam kemenangan dengan kemenangan. Satu partai lainnya berakhir dengan hasil imbang.

 

2 dari 3 halaman

Rahasia Kekuatan Juventus

Gilas AS Roma, Juventus Lolos ke Semifinal Coppa Italia
Perbesar
(Dari kiri) Pemain Juventus Gianluigi Buffon, Gonzalo Higuain, Cristiano Ronaldo, Leonardo Bonucci dan Miralem Pjanic menyapa penonton usai mengalahkan AS Roma pada pertandingan Coppa Italia di Turin, Italia, Rabu (22/1/2020). Juventus menggilas AS Roma dan lolos ke semifinal. (Marco Bertorello/AFP)

Banyak yang percaya kalau serangkaian hasil apik yang diraih Juventus berasal dari aksi sang bintang, Cristiano Ronaldo. Perlu diketahui kalau pemain asal Portugal itu mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhirnya.

Namun tentu saja, Ronaldo tidak akan tampil apik tanpa racikan tangan dari sang pelatih, Maurizio Sarri. Miralem Pjanic mengungkapkan apa yang dilakukan eks nahkoda Chelsea itu hingga membuat Juventus seperkasa saat ini.

"Belakangan ini kami sedikit mengalami perubahan. Sarri kerap kali berjalan dengan 4-3-1-2 ke 4-3-3 di pertandingan yang sama," ujar Pjanic kepada Sky Sport Italia.

"Sarri juga punya beberapa tanda yang bagus, mengubah formasi selama permainan adalah salah satu titik kuat kamu dan kami harus menggunakannya di sisa musim, baik di liga maupun Liga Champions," lanjutnya.

 

3 dari 3 halaman

Soal Melawan Napoli

Kekuatan itu juga yang, kemungkinan, akan digunakan oleh Juventus saat bertemu Napoli. Dua klub raksasa Serie A itu akan dipertemukan di San Paolo pada Senin (27/1/2020) dini hari nanti.

Napoli sedang terpuruk pada musim ini. Mereka melakukan pergantian pelatih, dari Carlo Ancelotti ke Gennaro Gattuso, dan tengah terperangkap di peringkat 11. Namun itu tidak mengurangi rasa hormat Pjanic terhadap mereka.

"Napoli akan selalu menjadi Napoli, sebuah tim yang bagus. Saya sudah melihat dua laga terakhir mereka; lebih sedikit kesulitan di liga namun bermain apik dalam ajang Coppa Italia," tambahnya.

"Kami mengharapkan Napoli datang dengan kebanggaan, mereka memiliki pelatih yang siap dan tahu bagaimana membuat timnya bermain dengan baik," pungkasnya.

(Football Italia)

Disadur dari Bola.net (Yaumil Azis,published 24/1/2020)

Lanjutkan Membaca ↓