Terus Bikin Rekor, Gianluigi Buffon Tak Mau Jadi Role Model

Oleh Aning Jati pada 17 Jan 2020, 19:05 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 19:05 WIB
Gianluigi Buffon
Perbesar
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, usai mengalahkan Bologna pada laga Serie A Italia di Stadion Juventus, Turin, Sabtu (19/10). Juventus menang 2-1 atas Bologna. (AFP/Marco Bertorello)

Turin- Tua-tua keladi. mungkin peribahasa itu tepat untuk menggambarkan kondisi kiper senior Juventus, Gianluigi Buffon. Kiper yang akan berusia 42 tahun pada 28 Januari mendatang ini, kembali mengukir rekor baru.

Buffon jadi pemain aktif yang tampil dalam empat dekade berbeda, yakni 1990an, 2000, 2010an, dan 2020.

Rekor itu tercipta setelah Buffon berada di bawah mistar Juventus selama 90 menit saat menghancurkan Udinese 4-0 dalam laga 16 besar Coppa Italia 2019-2020 di Allianz Stadium (16/1/2020).

Pertandingan itu menjadi yang pertama buat Buffon pada tahun ini, lantaran dalam dua laga sebelumnya di Serie A, masing-masing menghadapi Cagliari dan AS Roma, pelatih Juventus, Mauricio Sarri, memercayakan posisi kiper utama kepada Wojciech Szczesny.

Selain rekor bermain dalam empat dekade berbeda, sebelumnya, Buffon sudah menyamai catatan bek legendaris AC Milan, Paolo Maldini, membukukan 647 penampilan di Serie A. Itu jadi jumlah terbanyak seorang pemain tampil di kompetisi kasta tertinggi Italia.

Meski begitu, Buffon tetap rendah hati. Bahkan, ia tidak ingin jadi role model atau anutan bagi yang lain, khususnya pemain-pemain cilik dan muda. Buffon menganggap hal itu di luar kuasanya.

Ia tidak ingin orang tua menekan anak-anak mereka dengan mencontohkan prestasi yang ditorehkannya selama ini, dengan menjadikannya role model.

"Itu kepuasan yang memberikan kebanggaan. Wajar untuk bangga," ujarnya perihal rekor-rekor yang diukirnya.

"Hidup itu dibangun dari pengorbanan dan keringat, namun juga dari hal-hal yang indah dan remeh. Saya tak ingin jadi anutan untuk anak kecil dan orang-orang, itu bukan aspirasi saya, saya tidak merasa perlu mendidik siapapun. Banyak dari Anda yang ingin saya mengambil tanggung jawab ini, tapi pendidikan seorang anak tergantung pada orang tua," lanjut Buffon.

Sepanjang musim ini Buffon sudah mengoleksi sembilan penampilan bersama Juventus di berbagai ajang.

2 dari 2 halaman

Impresif di Parma dan Juventus

Gianluigi Buffon
Perbesar
Gianluigi Buffon diangkat oleh rekan setimnya di Juventus sebagai bagian dari selebrasi kemenangan Juventus meraih titel juara Serie musim 2017/18 lalu. ( AFP/Marco Bertorello )

Buffon melakoni debut di Serie A pada musim 1995-1996 dengan berkostum Parma. Secara keseluruhan, ia membela Gialloblu selama enam musim.

Selama itu, Buffon mencatatkan performa gemilang; tampil dalam 220 penampilan, kebobolan 210 gol, dan mencatatkaan 85 clean sheet.

Performa impresif itu membawanya ke Juventus. Klub yang akhirnya dibelanya selama 17 musim, termasuk saat Nyonya Tua terdegradasi ke Serie B akibat terseret skandal Calciopoli.

Musim lalu Buffon hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG), dan memutuskan kembali ke Juventus pada musim panas 2019.

Sumber: Calciomercato

Diisadur dari Bola.com (Penulis Aning Jati/Editor Wiwig Prayugi/Published 17/1/2020)

Lanjutkan Membaca ↓