Persija Beberkan Alasan Tunjuk Sergio Farias sebagai Pelatih Anyar

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 14 Jan 2020, 10:10 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 10:10 WIB
Sergio Farias
Perbesar
Persija Jakarta mengonfirmasi penunjukkan pelatih Brasil, Sergio Farias, sebagai juru taktik untuk Liga 1 2020. (AFP)

Jakarta - Persija Jakarta mengumumkan pelatih anyar untuk musim 2020, Sergio Farias, sebagai pelatih asal Brasil yang memiliki pengalaman membawa tim besutannya meraih gelar juara, termasuk saat menangani Pohang Steelers menjadi juara Liga Champions Asia 2009. Namun, kenyataannya sang pelatih sudah tidak pernah mengangkat trofi juara dalam dekade terakhir.

Sergio Farias tercatat pernah membawa Timnas Brasil U-17 menjadi yang terbaik di Kejuaraan Amerika Selatan U-17 2020. Setelah itu, ia membawa klub Brasil, Uniao Barbarense menjadi juara Serie C Brasil.

Bersama klub Korea Selatan, Pohang Steelers, Farias menjadi juara Liga Korea 2007, juara Piala FA Korea 2008, dan Piala K-League 2009. Pada tahun yang sama ia juga membawa Pohang Steelers menjuarai Liga Champions Asia dan menjadi tim peringkat ketiga di Piala Dunia Antarklub.

Setelah meninggalkan Steelers, Farias tercatat menangani delapan tim sebelum gabung ke Persija Jakarta. Klub Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, hingga Mesir, pernah dibesutnya. Namun, delapan klub tersebut tak ada yang menghasilkan gelar juara bersama Farias.

Tentu menjadi pertanyaan mengapa Persija Jakarta, yang menargetkan bisa menjadi juara Liga 1 2020, merekrut Farias sebagai pelatih kepala. 10 tahun terakhir tanpa gelar juara jelas tak lagi menunjukkan sang pelatih memiliki prestasi.

Namun, Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengungkapkan alasan mengapa manajemen klub ibu kota tersebut memilih Farias dari sejumlah kandidat pelatih yang ada.

2 dari 3 halaman

Brasil Jadi Prioritas

Ferry Paulus
Perbesar
Presiden Persija, Ferry Paulus (berjas), dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/1/2020). (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Ferry Paulus mengaku memilih Sergio Farias menjadi pelatih Persija Jakarta untuk musim 2020 bukanlah keputusan yang diambil hanya dalam hitungan hari. Presiden Persija Jakarta itu menyebut membutuhkan waktu hampir satu bulan untuk memutuskannya. Satu hal yang pasti, Persija memilih Farias dari sejumlah kandidat pelatih yang berasal dari Brasil.

"Calon pelatih tidak melebar ke mana-mana, semua dari Brasil. Berkaca dari keberhasilan tim-tim Indonesia menjadi juara, rata-rata karena pelatih Brasil yang menanganinya," ujar Presiden Persija itu setelah latihan perdana Persija di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Senin (13/1/2020).

"Memang dari calon yang menyerahkan CV, terutama dari mereka yang berasal dari Brasil, setelah dikristalisasi, memang Sergio adalah yang paling baik. Artinya, memilih pelatih memang lebih banyak saya yang melakukan, tapi ada komite yang ikut menentukan hal itu. Semua pun memberikan opini yang sama dan kami meyakini dirinya," lanjutnya.

Ferry Paulus juga tak menampik bahwa keberhasilan Farias menjadi pelatih yang pernah merasakan gelar juara di Asia, dan punya pengalaman melatih di Thailand, menjadi bahan pertimbangan lain bagi Persija.

"Harus diakui profesi dia sebagai pelatih yang memiliki reputasi menjadi juara dan mengenal sepak bola Asia Tenggara juga berpengaruh. Semua ada plus dan minusnya, tapi pemilihan Sergio sebagai pelatih adalah yang terbaik," ujarnya.

Disadur dari Bola.com (Benediktus Gerendo P./Aning Jati, published 14/1/2020)

3 dari 3 halaman

Video Pelatih Persija

Lanjutkan Membaca ↓