Mantan Bek MU Sebut Scott McTominay Pemain Tidak Jelas

Oleh Defri Saefullah pada 10 Jan 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 10 Jan 2020, 07:30 WIB
Marcus Rashford Borong 2 Gol, Manchester United Bungkam Tottenham
Perbesar
Gelandang Tottenham Hotspur, Dele Alli (kiri) berusaha merebut bola yang dibawa gelandang Manchester United, Scott McTominay pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Old Trafford, Rabu (4/12/2019). MU menang tipis atas Tottenham 2-1. (AP Photo/Rui Vieira)

Liputan6.com, Manchester - Mantan bek Manchester United (MU), Paul Parker tidak kagum dengan performa Scott McTominay. Gelandang MU ini disebutnya sebagai pemain tidak jelas.

Dia pun lalu mengenang mantan bek Leicester City, Robbie Savage. Bagi Parker, gelandang muda MU itu sama saja dengan Robbie Savage zaman now.

Savage di era 1990-an lalu dikenal sebagai pemain yang suka jegal kaki. Permainan keras ini berakibat Savage kerap dilanda cedera, ini pula yang terjadi Tominay.

Gelandang berusia 23 tahun itu kini sudah masuk dalam skuat inti MU. Manajemen juga sudah memberinya kontrak anyar pada Januari 2019 lalu.

Namun Parker mengatakan Tominay membuat MU kekurangan pemain akibat cederanya. Kini dia harus menepi beberapa lama untuk pemulihan cedera.

 

2 dari 3 halaman

Terlalu Dipaksakan

Scott McTominay
Perbesar
Ole Gunnar Solskjaer bersama Scott McTominay. (AFP/Oli Scarff)

Peran Tominay memang sebagai gelandang jangkar di MU. Dia diharapkan bisa merusak permainan lawan, tapi ini malah merugikan.

"Scott McTominay ini contoh bagus dari sebuah masalah. Dia hanya berlari-lari untuk menendang kaki orang, lalu menepuk lencana," kata Parker seperti dikutip Goal.com.

"Dia itu Robbie Savage zaman now. Tapi Anda butuh pemain lebih dari itu.

"Kalau ada yang bilang MU kehilangan McTominay, mereka bukan fans MU. Alasan dia cedera karena terus menerus berusaha menendang kaki lawan dan melukai diri sendiri," ujarnya menambahkan.

 

3 dari 3 halaman

Beban Solskjaer

Parker meyakini Ole Gunnar Solskjaer saat ini menanggung beban berat di MU. Dia tak punya formula yang jelas soal siapa pemain yang akan dipakainya di lini tengah.

"Apapun yang dipakainya di lini tengah, tak ada garansi itu akan berhasil. Lini tengah masalah di MU, mereka tak punya landasan di tengah," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓