3 Penyebab Son Heung-Min Dapat Julukan Ronaldo Asia

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 08 Jan 2020, 20:15 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 20:15 WIB
Galeri Foto, Cristiano Ronaldo, Son Heung-Min, Ousmane Dembele, Foto Multimedia

London - Son Heung-min menjadi bagian penting dalam skema permainan Tottenham Hotspur, baik saat masih ditangani Mauricio Pocettino atau manajer saat ini, Jose Mourinho. Hal tersebut dibuktikannya dengan 10 gol dan sembilan assist dari 24 penampilan pada musim 2019-2020.

Musim lalu bisa dibilang merupakan masa-masa Son Heung-min mencuri perhatian publik. Son mampu membawa Tottenham Hotspur lolos ke final Liga Champions 2018-2019.

Sayang, Son dkk gagal menaklukkan Liverpool pada partai puncak di Wanda Metropolitano, Madrid. Performa apik yang ditunjukkan Son Heung-min bersama Spurs tentunya patut diapresiasi.

Bahkan musim lalu, Son mengaku kerja kerasnya bersama Spurs terinspirasi dari pemain asal Portugal, Cristiano Ronaldo. Menurutnya Ronaldo merupakan bentuk dari pernyataan kerja keras.

"Saya tahu menjadi seorang profesional lebih dari sekadar talenta saja. Seperti idola saya, Cristiano Ronaldo, yang berlatih melebihi talenta yang dia miliki," tutur Son Heung-min.

Son Heung-min tak memiliki catatan impresif seperti Ronaldo, namun ada beberapa kesamaan antara keduanya. Berikut ini Bola.com merangkum dari Ronaldo.com, 3 alasan Son Heung-min layak dijuluki Cristiano Ronaldo dari Asia.

 

2 dari 5 halaman

1. Sosok Penting di Klubnya

Man City VS Tottenham
Pemain Tottenham Hotspur, Son Heung-Min dan Harry Kane berebut bola dengan gelandang Manchester City, Fabian Delph dalam leg pertama perempat final Liga Champions 2018-2019, di Tottenham Hotspur, Rabu (10/4). Tottenham Hotspur menang dengan skor tipis 1-0. (Adrian DENNIS / AFP)

Musim lalu Harry Kane menjadi satu di antara predator mematikan di lini pertahanan lawan, terutama di Liga Champions. Apalagi jika Kane disokong Son Heung-min.

Sayang, Kane musim lalu mengalami cedera dan melewatkan banyak laga. Saat Kane cedera, Son justru tampil heroik dan sukses mengantarkan Spurs ke partai final.

Kondisi tersebut tentunya mirip dengan Ronaldo yang pernah menjadi sosok penting tim yang dibelanya. Bedanya, Ronaldo sudah meraih lima gelar Liga Champions, sedangkan Son Heung-min baru sekali tampil di final dan jadi runner-up.

3 dari 5 halaman

2. Sosok Pemimpin di Timnas

Son Heung-min
Kapten Timnas Korea Selatan U-23, Son Heung-min, seusai laga final sepak bola Asian Games 2018 kontra Jepang di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (1/9/2018). (Bola.com/Dok. INASGOC)

Cristiano Ronaldo merupakan pencetak gol terbanyak untuk Timnas Portugal. Selain itu, Ronaldo pernah mempersembahkan trofi Piala Eropa pada 2016.

Di sisi lain, Son Heung-min juga seorang kapten di Timnas Korea Selatan. Pada tahun lalu, Son sukses mengantarkan Korea Selatan sebagai kampiun pada ajang Asian Games.

Saat ini, Son sudah mencetak 26 gol dari 86 laga untuk Korea Selatan. Ia berharap torehannya bisa bertambah dan bisa sejajar dengan Ronaldo.

4 dari 5 halaman

3. Cetak Gol Solo Run

Tottenham Kalahkan Chelsea
Aksi Son Heung Min menggiring bola saat melawan Chelsea pada laga lanjutan Premier League yang berlangsung di stadion Wembley, London, Minggu (25/11). Tottenham menang atas 3-1. (AFP/Ian Kington)

Son Heung-min mencetak gol sensasional saat Tottenham Hotspur menang atas Burnley dengan skor 5-0 pada awal Desember lalu. Ia berhasil melewati enam pemain Burnley, sebelum menceploskan bola ke gawang yang dijaga Nick Pope.

Gol Son tersebut membuat Spurs unggul 3-0 pada babak pertama. Bahkan banyak yang menganggap gol Son Heung-min tersebut layak menjadi gol terbaik dalam satu dekade.

Hal tersebut juga pernah dilakukan Ronaldo saat bermain di Premier League. Pemandangan Ronaldo melewati bek lawan kerap tersaji saat dirinya masih bermain di Manchester United dulu.

Disadur dari: Bola.com (penulis Faozan, editor Yusmei, published 8/1/2020)

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini

Lanjutkan Membaca ↓