Indra Sjafri Dampingi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 01 Jan 2020, 08:20 WIB
Diperbarui 01 Jan 2020, 09:16 WIB
Indra Sjafri, Timnas Indonesia U-22, SEA Games 2019

Jakarta - Indra Sjafri segera purna tugas sebagai pelatih Timnas Indonesia U-22 pada pengujung tahun ini dan nasibnya masih belum jelas. Apalagi, kehadiran Shin Tae-yong turut mengubah struktur kepelatihan Timnas Indonesia mulai dari senior hingga level usia U-16.

Sebagai manajer pelatih, Shin Tae-yong bertanggung jawab atas semua level usia timnas, termasuk U-22, timnas yang dilatih Indra Sjafri setahun belakangan dan mempersembahkan Piala AFF U-22 2019. Rencananya, setiap kategori usia dari U-16 hingga senior, Shin Tae-yong akan ditemani oleh seorang pelatih kepala.

"Saya memang sudah melakukan pembicaraan dengan PSSI, dalam hal ini dengan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria. Beliau bilang, Ketua PSSI dan Mochamad Iriawan sudah sepakat saya masuk ke dalam tim kepelatihan," imbuh Indra Sjafri.

Sebagai manajer pelatih, Shin Tae-yong berperan sebagai supervisi semua kelompok timnas. Hanya saja, setiap timnas tetap akan punya pelatih kepala tersendiri.

"Saya akan menomorduakan kepentingan pribadi kalau negara meminta. Yang jelas, proses saya akan bertambah lagi. Satu kaki saya di Timnas Indonesia senior. Mengenai status saya di situ sebagai apa, setelah 6 Januari 2020. Kami akan berbicara mengenai struktur tim kepelatihan sesuai kontrak yang disepakati PSSI dengan coach Shin Tae-yong," tutur Indra Sjafri.

2 dari 2 halaman

Sempat Bersedia Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia U-22 Vs Singapura U-22
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memberikan instruksi kepada pemainnya saat melawan Singapura U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Kamis (28/11). Indonesia menang 2-0 atas Singapura. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saat masih aktif menangani Timnas Indonesia U-22, Indra sempat berujar bahwa ia bersedia ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia sebelum PSSI memilih Shin Tae-yong. Kendati seiring berjalannya waktu, harapannya tersebut tidak terwujud.

"Yang menjadi pertanyaan, kok saya mau bukan menjadi pelatih timnas senior? Saya ketika itu mengatakan siap. Bukan ingin menjadi. Lalu ada yang merespons menyebut saya sombong. Padahal saya sudah berproses dari Timnas Indonesia U-16 hingga U-22," ujar Indra Sjafri.

"Lalu, Indonesia menggunakan Shin Tae-yong dengan target sepak bola kita lebih baik lagi. Kemudian ada juga proyeksi bagus bagi pelatih-pelatih Indonesia. Saya memerankan di situ."

"Terus ada orang Indonesia yang melalui proses itu dan mendapat prestasi lalu dibilang sombong. Saya tidak sombong, tapi memang berkeyakinan siap," katanya.

Disadur dari: Bola.com (penulis M Adiyaksa, editor Benediktus, published 31/12/2019)

Lanjutkan Membaca ↓
Penampakan Mobil Baru Cristiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar