Kaleidoskop 2019: 6 Momen Membanggakan Atlet Indonesia

Oleh Bogi Triyadi pada 31 Des 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 31 Des 2019, 15:16 WIB
Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan - Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

Liputan6.com, Jakarta - Hedra Setiawan / Mohammad Ahsan belum mau berhenti mengukir prestasi meski usianya tidak muda lagi. Ganda putra Indonesia tersebut meraih sejumlah gelar bergensi sepanjang 2019.

Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan meraih gelar juara All England. Tak hanya itu, pasangan yang dijuluki The Daddies ini, karena sudah memiliki anak, mengawinkan gelar juara All England dengan Kejuaraan Dunia.

Pada pengujung tahun, Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan juga menorehkan prestasi membanggakan. Pasangan peringkat dua dunia ini merebut gelar juara BWF World Tour Finals 2019 yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok.

Selain Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan, sejumlah atlet Indonesia juga menorehkan prestasi pada 2019, baik di tingkat Asia Tenggara maupun Asia dan dunia.

Berikut 6 momem membanggakan Atlet Indonesia sepanjang 2019 yang dirangkum Liputan6.com:

 

 

2 dari 8 halaman

1. Lalu Muhammad Zohri

Lalu M Zohri
Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri mengibarkan bendera Merah Putih seusai mengikuti kategori 100 meter dalam semifinal Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar, Senin (22/4). Lalu Muhammad Zohri sukses menggondol medali perak setelah membukukan catatan waktu 10,13 detik. (AP/Vincent Thian)

Lalu Muhammad Zohri mengharumkan nama Indonesia dalam Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar, April lalu. Sprinter berusia 19 tahun itu meraih medali perak di nomor lari 100 meter.

Bukan hanya meraih perak, Lalu Muhammad Zohri juga menahbiskan diri sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara (ASEAN). Selain itu, sprinter kelahiran Lombok Utara itu juga memecahkan rekor nasional.

Lalu Muhammad Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik di final lari 100 meter Kejuaraan Atletik Asia 2019. Dia melewati rekor nasional atas nama Suryo Agung, yakni 10,17 detik.

Sesungguhnya, Lalu Muhammad Zohri sudah memecahkan rekor nasional di semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019 dengan torehan waktu 10,15 detik. Namun, dia mempertajam rekornya di babak final.

Di final, Lalu Muhammad Zohri yang berada di line 3 sempat memimpin. Namun, juara dunia junior 2018 ini disalip sprinter Jepang yang akhirnya meraih emas, Yoshihide Kiryu, dengan waktu 10.10 detik. Untuk posisi tiga direbut pelari China, Zhiqiang Wu, dengan 10.18 detik.

Istimewanya, pencapaian Lalu Muhammad Zohri ini juga menciptakan dua sejarah untuk Indonesia. Ini adalah perak pertama Indonesia di nomor 100 meter putra Kejuaraan Atletik Asia sejak 1985.

 

 

3 dari 8 halaman

2. Aries Susanti Rahayu

Raih Emas di IFSC World Cup, Timnas Sport Climbing Indonesia Disambut Menpora
Atlet panjat tebing putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu menjawab pertanyaan usai penyambutan di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (16/5). Aries berhasil mengalahkan Elena Timofeeva (Rusia) dengan waktu 7,51 detik. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Prestasi membanggakan ditorehkan atlet panjat tebing putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu. Wanita berusia 24 tahun itu merebut medali emas dan membukukan rekor dunia panjat tebing dalam Kejuaraaan International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2019 di Xiamen, China, Oktober lalu.

Di final, Aries mencatat waktu 6,995 detik. Torehan tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia di nomor woman speed yang sebelumnya tercatat atas nama Yiling Song dengan waktu 7,101 detik.

Song yang menjadi lawan Aries di final hanya menorehkan waktu 9,032 detik setelah sempat terpeleset di awal lomba. Dia pun harus puas dengan medali perak.

Dikutip dari situs resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia, Aries kini tercatat sebagai atlet pertama yang bisa melewati waktu 7 detik untuk nomor putri di speed world record. Keberhasilan memecahkan rekor dunia memang menjadi target wanita berjuluk Spiderwoman itu.

"Saya bersyukur kepada Allah atas prestasi ini. Saya senang sekali akhirnya bisa pecah rekor. Ini yang saya impikan. Saya persembahkan prestasi ini untuk Indonesia," ucap Aries yang asal Grobogan.

 

 

4 dari 8 halaman

3. Timnas Indonesia U-19 dan Timnas U-16 lolos ke Piala Asia 2020

Indonesia U-19 vs Korea Utara U-19
Pemain Timnas Indonesia U-19 merayakan gol yang dicetak Bagus Alfikri pada laga Kualifikasi AFC U-19 2020 di Stadion GBK, Jakarta, Minggu (10/11). Indonesia U-19 berhasil menahan imbang 1-1 DPR Korea. (Bola.com/Yoppy Renato)

Prestasi membanggakan ditorehkan Timnas Indonesia U-19. Skuat asuhan Fakhri Huasini ini lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan yang akan berlangsung 14-31 Oktober tahun depan.

Timnas Indonesia U-19 lolos meyakinkan sebagai juara Grup K dengan rekor tak terkalahkan pada babak kualifikasi. Timnas Indonesia U-19, menang 3-1 atas Timor Leste, menang 4-0 lawan Hong Kong, dan bermain seri 1-1 menghadapi Korea Utara.

Sukses Timnas Indonesia U-19 diikuti juniornya. Timnas Indonesia U-16 lolos putaran final Piala Asia U-16 2020. Skuad asuhan Bima Sakti ini lolos fase penyisihan grup bersama Tiongkok dari Grup G, dengan status sebagai empat negara peraih predikat runner up terbaik.

Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang melaju ke putaran final yang akan berlangsung di Bahrain pada 16 September hingga 3 Oktober 2020 di Bahrain.

 

 

5 dari 8 halaman

4. Panjat Tebing

Veddriq Leonardo - Panjang Tebing
Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo (foto: fpti.or.id)

Indonesia sukses menjadi juara umum Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2019 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, 6-10 November lalu. Dalam ajang yang diikuti 200 atlet panjat tebing dari 18 negara, Indonesia meraih lima medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Pencapaian itu melebihi target tiga medali emas dari 10 atlet putra dan putri yang diturunkan. Nurul Iqamah menyumbang tiga medali emas dari nomor individual speed, speed relay, serta combine putri. Sementara dua medali emas lainnya direbut Veddriq Leonardo di nomor speed putra dan speed relay putra.

Asisten Manajer Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Asep Rahmat mengatakan hasil ini sesuai ekspektasi dari program yang dicanangkan menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Terutama di nomor combine, yang merupakan nomor Olimpiade, Nurul sukses menjadi juara.

"Alhamdullilah hasil Kejuaraan Asia ini sesuai harapan kami. Meski tanpa Aries Susanti dan Alfian M. Fajri, pemanjat kita bisa mendominasi di Asia. Seperti Nurul, dia berhasil menjadi juara di nomor combine, merupakan nomor Olimpiade," kata Asep.

 

 

6 dari 8 halaman

5. I Gede Siman Sudartawa

Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa
Perenang Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, saat melakukan sesi foto bersama Bola.com di Kolam Renang Cikini, Jakarta, Senin (31/10/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

I Gede Siman Sudartawa menyumbang medali emas untuk Indonesia dari cabang olahraga renang pada nomor 50 meter gaya punggung SEA Games 2019 Filipina. Tak hanya itu, Siman juga mencetak rekor baru di ajang pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut.

Siman mencatat waktu 25,12 detik di New Clark Aquatic Centre. Torehan itu melewati rekor waktu tercepat Siman sebelumnya, yakni 25,20 detik di SEA Games 2017 Malaysia

"Ini berkat dukungan pelatih, tim manajer, masseur, sehingga bisa pecah rekor SEA Games," kata Siman.

 

7 dari 8 halaman

6. Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan

Kegembiraan Ahsan / Hendra Juarai BWF World Tour Finals 2019
Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berpose dengan trofi dan medali seusai mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang pada final BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China (15/12/2019). Ahsan/Hendra menang 24-22, 21-19. (AP Photo/Andy Wong)

Meski sudah tidak muda lagi, Hendra Setiawan 35 tahun dan Mohammad Ahsan 32 tahun, pasangan ganda putra Indonesia ini belum mau berhenti mengukir prestasi. Hendra / Ahsan mencatat prestasi mengesankan sepanjang 2019.

Hendra /Ahsan sukses menjadi juara All England 2019. Pasangan yang dijuluki The Daddies ini mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia / Soh Wooi Yik pada laga final di Arena Birmingham dengan skor 11-21, 21-14, dan 21-12.

Hendra / Ahsan kemudian sukses mengawinkan gelar juara All England dengan Kejuaraan Dunia. Hendra / Ahsan menyandang status juara dunia usai mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada laga final lewat permainan tiga game 25-23, 9-21, dan 21-15 di Basel, Swiss.

Hendra / Ahsan kemudian menutup 2019 dengan manis. Hendra / Ahsan menundukkan wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada laga final BWF World Tour Finals 2019 dengan skor 24-22 dan 21-19 di Guangzhou, Tiongkok.

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Penampakan Mobil Baru Cristiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar