MotoGP: Dovizioso Pernah Pajang Poster Valentino Rossi di Kamar Tidur

Oleh Liputan6.com pada 31 Des 2019, 10:55 WIB
Diperbarui 31 Des 2019, 11:15 WIB
Andrea Dovizioso

Liputan6.com, Bologna - Pembalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, panen penggemar di tiga musim terakhir. Tak hanya karena sukses jadi rival terdekat Marc Marquez, melainkan juga berkat karakternya yang tenang dan rendah hati. Meski penggemarnya bertambah, uniknya ia tak merasa seperti 'superstar' MotoGP.

Kepada Speedweek, Dovizioso menyatakan dirinya 'normal' orang lein. Menurutnya, ia terlihat seperti 'bintang' hanya karena ia seorang atlet yang kebetulan kejuaraannya disiarkan di televisi. Rider Italia ini juga masih memegang erat prinsip hidup sederhana dan dekat dengan keluarga.

"TV Bikin Anda jadi bintang, tapi kami ini orang normal. Saat masih kecil, kami latihan minibike dengan orang tua, yang menghabiskan uang agar cita-cita kami tercapai. Jelas saya kini turun di dunia yang penuh uang, sorotan TV dan media, tapi saya tak boleh lupa jati diri saya," tutur Dovizioso.

Saat pulang ke Forli, Dovizioso juga lebih suka menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-temannya, atau berlatih motocross demi mempersiapkan diri menghadapi balapan berikutnya. Ia juga mengaku tak terlalu tertarik menambah pundi-pundi kekayaan.

"Saat pulang, saya lebih suka latihan motocross. Saya juga tak terlalu tertarik dengan apa yang bisa saya lakukan untuk menambah pemasukan. Dari sudut pandang ini, kami adalah orang normal dibanding atlet lainnya. Mentalitas ini akan selalu ada, bahkan jika Anda telah berkarier selama 15 tahun," ujarnya.

Mentalitas ini diakui 'Dovi' sejak ia masih anak-anak. Saat masih turun di ajang-ajang balap domestik, ia tak pernah terpikir bisa turun di ajang Grand Prix mengingat beban besar yang harus dipikul.

2 dari 3 halaman

Punya Peluang

Andrea Dovizioso Berhasil Juarai Seri Pembuka MotoGP Qatar
Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso berselebrasi usai berhasil memenangkan seri pembuka MotoGP di Sirkuit Internasional Losail di Doha, Qatar (10/3).

"Dulu saya malah merasa bebannya bakal besar. Kala itu ada Loris Capirossi, Marco Melandri, Valentino Rossi, yang datang saat mereka masih sangat muda. Anda mungkin berpikir punya peluang, tapi Anda tak terlalu memikirkannya," kisah rider 33 tahun ini.

Meski begitu, Dovizioso tak memungkiri bahwa kala itu dirinya sudah punya idola dari ajang Grand Prix. Ia pun menyebutkan dua pebalap yang sampai sekarang masih ia jadikan sebagai panutan.

3 dari 3 halaman

Pahlawan

"Semua pembalap di kejuaraan dunia adalah pahlawan, dan Anda pasti ingin seperti mereka. Saya sangat mengidolakan Kevin Schwantz, tapi Vale jelas pembalap yang diamati banyak orang karena sering menang. Saya rasa semua orang pasti punya posternya di kamar tidur!" pungkas Dovizioso.

Dovizioso dan Rossi masing-masing akan menjalani musim ke-19 dan 25 mereka di ajang Grand Prix tahun depan. Mereka akan kembali turun lintasan dalam uji coba pramusim MotoGP Sepang, Malaysia, pada 7-9 Februari 2020.

Sumber: Speedweek

Disadur dari Bola.net (Anindhya Danartikanya, published 30/12/2019)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓