Pemain Naturalisasi Bukan Prioritas Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 29 Des 2019, 21:20 WIB
Diperbarui 29 Des 2019, 21:20 WIB
Shin Tae-yong
Perbesar
Pelatih baru Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat diperkenalkan kepada publik pada jumpa pers di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/12) (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Timnas Indonesiaresmi ditangani Shin Tae-yong sejak PSSI. Pelatih asal Korea Selatan itu akan memanggil 60 pemain pada 13 Januari 2020. Jumlah tersebut tentu memungkinkan hampir semua pemain naturalisasi untuk ikut dipanggil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia gemar melakukan naturalisasi atlet sepak bola dari luar negeri, baik yang berkarier di Indonesia maupun yang memiliki darah Indonesia di luar negeri. Jika dihitung jumlahnya, tentu sudah melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh sebuah tim sepak bola.

Sebut saja yang terbaru ada Ezra Walian, Otavio Dutra, Alberto Goncalves, dan Ilija Spasojevic yang akhirnya membela Timnas Indonesia. Nama tersebut melengkapi begitu banyak pemain naturalisasi yang lebih dulu mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, seperti Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, Raphael Maitimo, Diego Michiels, sampai ke Cristian Gonzales.

Masih banyak pemain naturalisasi lain yang juga sudah berkarier lama di Indonesia, macam Osas Saha, Guy Junior, dan Herman Dzumafo. Sama persis seperti yang belakangan masih kerap mendapatkan tempat di Tim Garuda, Beto Goncalves, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, maupun Ezra Walian.

Tentu akan menarik menantikan, apakah para pemain naturalisasi itu akan mendapatkan porsi tempat yang lebih banyak di Tim Garuda era kepemimpinan Shin Tae-yong? Apalagi pelatih asal Korea Selatan tersebut memang membutuhkan pemain berkualitas untuk bisa segera mengangkat performa Timnas Indonesia.

2 dari 2 halaman

Bukan Prioritas

Namun, dalam perkenalannya sebagai manajer sekaligus pelatih Timnas Indonesia yang baru, yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (28/12/2019), Shin Tae-yong, tak menganggap naturalisasi sebagai sebuah keistimewaan.

Menurutnya, baik pemain naturalisasi dan lokal memiliki peluang yang sama besar. Shin Tae-yong menegaskan pemilihan pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia akan lebih berat kepada bagaimana para pemain tersebut mau berkorban untuk tim nasional.

"Ada belasan pemain seperti itu. Untuk saya, sama saja. Tapi, tak akan terpilih jika pemain egois. Mengorbankan dirinya untuk tim nasional adalah yang penting. Jika pemain memiliki pengorbanan diri, dia bisa terpilih dan harus ada semangat," ujar Shin Tae yong.

Setelah diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan kembali lebih dulu ke negara asalnya dan baru akan kembali ke Indonesia pada 6 Januari mendatang.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by