One Championship: Rudy Agustian Impikan Muridnya Bersaing di Kancah Bela Diri Global

Oleh Jonathan Pandapotan Purba pada 28 Des 2019, 13:30 WIB
Diperbarui 28 Des 2019, 13:30 WIB
ONE: DAWN OF VALOR.
Perbesar
Rudy “The Golden Boy” Agustian (One Championship)

Liputan6.com, Jakarta - Tampil dalam sebuah panggung internasional dan mewakili nama bangsa merupakan mimpi bagi setiap atlet. Namun bisa menyaksikan anak didik mentas di ranah global bisa memberi tingkat kepuasan yang berbeda.

Mimpi ini yang diarungi Rudy "The Golden Boy" Agustian, atlet bela diri berpengalaman asal Indonesia yang tengah berlaga dalam panggung global One Championship. Pria berusia 33 tahun tersebut tengah menciptakan tiga kemenangan dalam kiprahnya bersama promotor bela diri terbesar di Asia ini.

Selain memendam mimpi untuk menjadi Juara Dunia divisi flyweight One Championship, Rudy berharap bisa mengorbitkan beberapa anak didiknya untuk turut mengikuti jejak langkah yang telah ia tempuh.

“Saya berharap bisa mengharumkan nama Indonesia lagi dan lebih berkembang dari segi skill dan karier sebagai fighter. Selain itu, saya juga ingin agar para anak didik saya sekarang bisa berkarier juga di One Championship. Saya ingin bisa mengantar mereka meraih kemenangan-kemenangan," tutur pemilik sasana Golden Camp di Tangerang ini.

Rudy merupakan salah satu atlet berpengalaman yang telah melanglang buana dalam ranah bela diri tanah air. Sejak mengawali kariernya dalam dunia Muay Thai, Rudy telah berkiprah dalam banyak kompetisi bela diri, termasuk menjadi juara flyweight OPMMA yang merupakan sebuah ajang bergengsi dalam negeri.

"Sebagai seorang fighter, saya ingin menjadi inspirasi bagi banyak orang. Sebagai seorang pelatih, saya inginberguna bagi hidup orang lain dengan cara membantu kariernya di dunia fight ini,” tambah "The Golden Boy".

 

2 dari 2 halaman

Rencana Naik Divisi

ONE: DAWN OF VALOR.
Perbesar
Rudy “The Golden Boy” Agustian (One Championship)

Raihan yang telah Rudy ukir selama berlaga di kancah internasional tidak bisa dibilang buruk. Ia meraih tiga kemenangan meyakinkan atas atlet dari tiga negara berbeda – FIlipina, Bangladesh dan Kamboja. Namun dua kekalahan terakhir atas Chan Rothana asal Kamboja serta sesama atlet yang mewakili Indonesia Abro Fernandes memberinya sebuah sinyal bahwa mungkin flyweight bukan divisi yang tepat baginya.

“Saya mau naik ke divisi atas, sebelum ini kan saya berlaga di divisi flyweight, besar kemungkinan sayaakan naik kelas ke divisi bantamweight, namun keputusan ini belum final.”

Tim pelatih merasa kondisi Rudy lebih cocok untuk berlaga di divisi bantamweight, karena jika berlaga di kelas flyweight, ia harus mengurangi berat badan.

“The Golden Boy” merasa dengan massa otot yang dimiliki saat ini, ia lebih cocok untuk berlaga di divisitersebut, maka dari itu ada kemungkinan pilihan ini akan diambil olehnya pada tahun 2020 mendatang.

“Pelatih saya menyarankan saya untuk naik kelas ke divisi bantamweight, karena dinilai kondisi tubuhsaya lebih cocok untuk berlaga di divisi tersebut,” pungkasnya

Saat ini, untuk mempertajam keahlian bela dirinya, ia tetap berlatih rutin dibawah pengawasan pelatih Marcos Tulio Machado, serta mendalami disiplin bela diri Brazilian Jiu-Jitsu guna meraihperforma bertanding yang lebih baik di laga mendatang.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓