Gara-Gara Mentalitas Berubah, MU Kerap Tersandung Lawan Tim Papan Tengah

Oleh Liputan6.com pada 26 Des 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 26 Des 2019, 08:00 WIB
Manchester United, Jesse Lingard
Perbesar
Jesse Lingard menyoroti mentalitas Manchester United kala bertemu tim-tim papan tengah. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Manchester - Tidak sekali saja Manchester United (MU) gagal menuai tiga poin saat bertemu dengan tim yang, di atas kertas, bisa mereka kalahkan. Dan kata sang pemain, Jesse Lingard, masalahnya terletak pada mentalitas.

Pada akhir pekan kemarin, Manchester United kalah saat bertandang ke markas Watford dalam laga lanjutan Premier League. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu tumbang dengan skor 0-2.

Seharusnya MU mampu meraih kemenangan dari pertandingan tersebut, apalagi berkaca dari klasemen saat ini. Seperti yang diketahui, Watford adalah penghuni peringkat terbawah dan sudah menelan 10 kekalahan.

Torehan tersebut sangat bertolak belakang dengan hasil yang mereka raih saat bertemu dengan klub besar. Beberapa pekan lalu, Manchester United sukses mengalahkan Tottenham dan Manchester City dalam selang waktu beberapa hari saja.

Tentu saja kekalahan ini patut dipertanyakan, dan Lingard merasa sudah punya jawaban. Kata pria berumur 27 tahun tersebut, masalah utama MU saat ini adalah mentalitas.

"Rasanya aneh. Mungkin ini masalah pada mindset. Mungkin masalahnya adalah mentalitas kami saat berangkat ke sebuah pertandingan dan berpikir bahwa kami sudah menang," ujar Lingard kepada Daily Mail.

"Jika kami mempertahankan konsistensi dan mentalitas yang kami miliki saat melawan City dan Tottenham, saya tidak lihat adanya alasan mengapa kami tak bisa memenangkan setiap pertandingan," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Mentalitas Berubah

MU Vs Arsenal
Perbesar
Para pemain Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

"Sepertinya mentalitas kami berubah. Untuk mempertahankan konsistensi di sisa musim saat menghadapi tim papan tengah, kami harus punya mentalitas yang sama saat melawan City dan Tottenham," tambahnya.

Lingard sendiri baru mengalami perubahan performa akhir-akhir ini. Sebelumnya, ia sering dibanjiri kritikan karena tak mampu memberikan kontribusi di atas lapangan dan lebih sering menjadi sensasi.

"Saya merasa sudah kembali ke diri yang dulu. Tentu saja performa akan selalu naik dan turun," tambahnya.

 

3 dari 3 halaman

Jalur yang Buruk

"Saat berada di jalur yang buruk, anda hanya perlu berjuang untuk melaluinya, mendengarkan kata pelatih, bekerja keras di sesi latihan dan memberikan 110 persen. Saya telah melakukan itu dan kini merasa tajam," tutupnya.

Lingard pernah bercerita soal penyebab penurunan performa. Ia cukup disibukkan dengan urusan di luar lapangan, di mana dirinya harus bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan keluarga.

Sumber: Metro News

Disadur dari Bola.net (Richard Andreas, published 25/12/2019)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓