Bek Chelsea Desak Spurs Tangkap Pelaku Pelecehan Rasialis

Oleh Gregah Nurikhsani pada 23 Des 2019, 21:40 WIB
Diperbarui 24 Des 2019, 05:15 WIB
Antonio Rudiger

London - Bek Chelsea, Antonio Rudiger meminta agar Tottenham Hotspur untuk menangkap dan menghukum para pelaku yang bertindak rasialis kepadanya.

Rudiger merasa mendapatkan perlakukan rasialis dari suporter kala Chelsea bertandang ke markas Tottenham. Ia sempat memberi tahu kepada kapten tim Cesar Azpilicueta di lapangan mengenai hal tersebut, namun pertandingan tetap berjalan normal.

Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) telah menginformasikan hal ini kepada pemerintah. Namun, belum ada tindakan riil dari yang bersangkutan.

"Saya harap para pelaku segera ditemukan dan Tottenham memberikan hukuman. Di stadion modern seperti Tottenham Hotspur Stadium, di mana banyak kamera di sana, seharusnya sangat mungkin menangkap pelaku," tulis Rudiger di laman resmi Twitter-nya.

Rudiger juga berharap ada saksi mata yang mau memberikan informasi. Ia sangat menyayangkan tindakan rasialis masih terjadi di pengujung 2019.

"Kalau tidak, pasti ada saksi mata di stadion yang melihat dan mendengar insiden tersebut. Sungguh memalukan aksi rasialis masih ada tahun 2019. Kapan hal ini akan berhenti?" katanya lagi.

2 dari 3 halaman

Dukungan dari Tammy Abraham

Tottenham Hotspur Vs Chelsea
Striker Chelsea, Tammy Abraham, saat pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada laga Premier League di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (22/12). Chelsea menang dengan skor 2-0. (AP/Ian Walton)

Setelah pertandingan usai, Tammy Abraham memuji karakter dan respons rekan setimnya itu. Ia juga mengaku mendengar ada nyanyian rasialis.

"Saya ada di sisi lain, tetapi saya juga mendengar dengan jelas. Faktanya, itu tidak mempengaruhi karakter Rudiger. Dia punya karakter kuat, pemain yang fantastis," kata Abraham.

Kemenangan itu membuat Chelsea masih berada di tangga keempat. Sementara Tottenham terpaku di posisi keenam klasemen sementara Prenier League.

Sumber: ESPN

Disadur dari Bola.com (Penulis Gregah Nurikhsani, Editor Benediktus Gerendo Pradigdo, publihsed 23/12/2019).

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓