Jelang Final Piala Dunia Antarklub, Liverpool Ketagihan Raih Gelar Juara

Oleh Aning Jati pada 20 Des 2019, 21:20 WIB
Diperbarui 20 Des 2019, 21:20 WIB
adam lallana

Jakarta - Gelandang Liverpool, Adam Lallana membeberkan bila timnya bak kecanduan dalam memburu trofi dan akan menggunakan hasrat itu sebagai modal untuk menjadi juara Piala Dunia Antarklub 2019.

Liverpool akan menghadapi klub asal Brasil, Flamengo, pada partai puncak Piala Dunia Antarklub 2019 di Qatar, Minggu (22/12/2019). Sebelumnya, Adam Lallana cs. harus susah payah mengalahkan Monterrey di laga semifinal (19/12/2019).

Skuat besutan pelatih Jurgen Klopp ini butuh hingga injury time, menit ke-91 lewat gol Roberto Firmino, untuk memastikan kemenangan 2-1.

Secara khusus, gol Firmino itu merupakan gol keenam yang dibukukan Liverpool pada menit ke-90 dan setelahnya, sepanjang musim ini.

Menurut Lallana, gol-gol yang lahir telat itu sebagai bukti Liverpool punya sikap tak mau kalah.

"Kami punya Hendo (Jordan Henderson) di sektor tengah dan saya pikir dia sangat luar biasa. Ini semua bagian dari karakter dan mentalitas, dan mengapa kami terus menang di saat-saat akhir. Sesederhana itu," tutur Lallana, dikutip dari The Guardian.

Seperti diketahui, Liverpool mengorbankan peluang menjuarai Carabao Cup dengan mengirim tim utama ke Piala Dunia Antarklub. Lallana sepakat dengan hal itu, yakni untuk menyandingkan gelar Piala Dunia Antarklub dengan Liga Champions serta UEFA Super Cup.

"Itu sangat besar. Kami juara Eropa dan akan jadi juara dunia antarklub juga. Tak banyak orang yang bisa bicara seperti itu. Kami akan memberikan yang terbaik. Ini seperti kecanduan: Anda memenangi satu gelar dan ingin memenangi yang lain. Anda ingin menang lebih banyak lagi," tegasnya.

2 dari 2 halaman

Memulihkan Kondisi Fisik

Liverpool  Vs Monterrey
Pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Naby Keita ke gawang Monterrey pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2019 di Khalifa International Stadium, Qatar, Kamis, (19/12). Liverpool menang 2-1 atas Monterrey. (AP/Hassan Ammar)

Di sisi lain, Lallana menyadari tak mudah untuk menaklukkan Flamengo di laga puncak. Sebagai catatan, Liverpool pernah takluk dari tim yang sama di partai final Intercontinental Cup pada 1981.

"Ya itu akan jadi laga berat. Tapi, saya yakin Bobby (Firmino) dan Allison akan memberi beberapa masukan informasi perihal mereka. Kami menonton pertandingan mereka kemarin. Mereka sangat dinamis, sangat agresif, kuat secara fisik, dan sementara kami harus memulihkan fisik dengan cepat," ujarnya.

"Gelar yang lain sudah menanti untuk diperebutkan, jadi, kami akan siap. Sekarang segalanya tentang recovery. Kami bersyukur semifinal lalu tak sampai babak perpanjangan waktu. Kami akan menjalani sesi ice bath, pemijatan, dan semua siap untuk hari Minggu," tegas gelandang asal Inggris itu.

Sumber: The Guardian

Disadur dari Bola.com (Penulis Aning Jati/Editor Rizki Hidayat, published 20/12/2019)

Lanjutkan Membaca ↓