Leicester City Bantu Timnas Thailand Bangun Fasilitas Latihan Senilai Rp 231 Miliar

Oleh Aning Jati pada 18 Des 2019, 03:00 WIB
Diperbarui 18 Des 2019, 17:15 WIB
Timnas Thailand

Leicester- Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) menggandeng Leicester City untuk membangun fasilitas pelatihan untuk tim nasional. Kerjasama dilakukan antara FAT dan King Power Group.

Pihak FAT diwakili sang Presiden, Somyot Poompunmuang, sedangkan dari King Power Group diwakili sang CEO, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, yang juga chairman Leicester City.

Seperti diketahui, King Power Group merupakan grup pemilik Leicester City, juara Liga Premier 2015-2016.

Bangkok Post menulis, fasilitas latihan nasional anyar ini didirikan di atas tanah seluas 150 rai (1 rai setara 1.600 meter persegi), di daerah Muak Lek yang berada di Provinsi Saraburi. Tanah untuk fasilitas ini disediakan dan kepunyaan Sports Authority Thailand. Nantinya, fasilitas latihan ini diberi nama King Power National Football Training Centre.

Biaya pembangunan pusat pelatihan nasional ini dikabarkan mencapai 500 juta baht (Rp231,3 miliar) dan didesain oleh ahli dari Leicester City.

FAT melalui Somyot menyampaikan terima kasih kepada Leicester City atau King Power Group atas dukungan untuk proyek ini.

"King Power memiliki pengalaman dan pengetahuan teknis ala Inggris dari mengelola Leicester City, yang dapat membantu kami meletakkan dasar yang baik untuk mengembangkan sepak bola Thailand melalui pusat pelatihan ini," ujar Somyot.

2 dari 2 halaman

Solusi FAT

Timnas Indonesia U-22 Vs Thailand
Suporter memberikan dukungan kepada Thailand U-22 saat melawan Timnas Indonesia U-22 pada laga SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (26/11). Indonesia menang 2-0 atas Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Somyot menambahkan bahwa penting untuk memiliki rencana utama, tetapi sama pentingnya untuk memiliki pusat fasilitas untuk melaksanakan rencana tersebut.

"Saya selalu berkeras memiliki rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk memastikan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

"Dan pengembangan sepak bola tidak hanya tentang memberikan kesempatan bagi para pemain untuk berlatih. Kami juga perlu membawa ilmu olahraga dan nutrisi ke pemain," lanjutnya.

Di sisi lain, apa yang dilakukan FAT bisa jadi merupakan satu di antara solusi atas merosotnya prestasi Timnas Thailand dalam beberapa tahun terakhir ini. 

Pusat fasilitas pelatihan nasional ini diharapkan mampu menjadi kawah candradimuka untuk menempa timnas kuat yang bisa kembali membawa sepak bola Thailand ke era kejayaan di lingkup Asia Tenggara serta Asia, yang belakangan ini mulai tergerus Vietnam.

Sumber: Bangkok Post

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Penampakan Mobil Baru Cristiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar