Daripada Haaland, MU Lebih Baik Kejar Harry Kane

Oleh Gregah Nurikhsani pada 16 Des 2019, 11:20 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 12:15 WIB
Aksi Erling Haaland, Remaja 19 Tahun yang Hattrick di Liga Champions

Manchester - Legenda Manchester United (MU), Dimitar Berbatov, menilai Setan Merah tidak membutuhkan Erling Haaland atau pun Mario Mandzukic. Adalah Harry Kane disebut paling tepat mengisi lini depan MU.

Alasan Berbatov cukup beralasan. Ia menuturkan MU tidak boleh mengganggu barisan penyerangan yang sejak awal musim Premier League 2019-2020 memang belum menemukan pakemnya.

Manajer Ole Gunnar Solksjaer sempat mengubah skema di lini depan. Ia sampai harus mengotak-atik Marcus Rashford dan Anthony Martial dengan memberikan peran penyerang sayap.

Belakangan, muncul sosok Mason Greenwood yang tampil cukup menjanjikan. Menurut Berbatov, Membeli pemain dengan pengalaman nol di Premier League alias tak pernah membela klub Inggris bakal jadi blunder besar.

"Saya rasa United tak perlu membeli striker lagi pada bursa transfer Januari mendatang. Mereka sudah punya cukup pemain di lini serang," kata Berbatov.

"Mendatangkan striker sekali pun itu Haaland atau yang lebih berpengalaman lagi macam Mandzukic bisa merusak pemain muda yang dimiliki Manchester United."

"Saya paham ada spekulasi mengenai Haaland. Keuntungannya adalah dia berbeda dengan Rashford dan Martial. Haaland adalah tipikal striker tunggal, target man. Kerugiannya adalah dia tidak punya pengalaman di Premier League. MU harus lebih bijak karena gaya bermainnya sangat berbeda," ujar pria asal Bulgaria itu.

 

2 dari 2 halaman

Harry Kane Paling Cocok

Top Scorers Sementara Liga Champions Hingga Matchday ke-6
(AFP/Ben Stansall)

Berbatov menambahkan, sosok Harry Kane merupakan figur tepat untuk mengisi lini depan Manchester United. Karakteristiknya bakal disukai para penggemar Setan Merah.

"Kalau United bisa merekrut Harry Kane, itu baru bagus. Dia punya segalanya. Akan tetapi, itu tak mungkin terjadi," kata Berba lagi.

"Fans suka striker yang punya banyak elemen kejutan, bisa mengalahkan bek lawan, mencetak gol dari berbagai sudut. Masalahnya, tak banyak striker yang cocok dengan sistem MU," katanya memungkasi.

Sumber: Goal International

Lanjutkan Membaca ↓