Timnas Indonesia U-22: 8 Sisi Menarik Saddil Ramdani

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 09 Des 2019, 09:08 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 09:08 WIB
Timnas Indonesia U-19 Vs Jepang U-19

Manila - Timnas Indonesia U-22 menembus final sepak bola SEA Games 2019. Di semifinal, skuat Garuda Muda mengandaskan Myanmar dengan skor 4-2 melalui babak tambahan waktu.

Harapan Skuat Garuda merengkuh medali emas tinggal selangkah lagi. Dalam laga final, Timnas Indonesia U-22 bakal berjibaku melawan Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12/2019) malam WIB.

Keberhasilan menembus partai puncak tidak lepas dari penampilan apik para pemain Timnas Indonesia U-22, satu di antaranya Saddil Ramdani. Pemain sayap Pahang FA itu tampil menawan dengan kontribusi 2 gol dan 3 assist hingga semifinal.

Dua gol Saddil Ramdani tersebut masing-masing dicetak saat menghadapi Brunei  dan Laos.

Saddil Ramdani juga menjadi satu di antara pemain yang turun sejak menit pertama pertandingan hingga babak semifinal. Sebagian besar penyerangan Timnas Indonesia U-22 berasal dari posisi yang ia tempati.

Penasaran dengan sosok pemuda berusia 20 tahun ini? Berikut fakta menarik tentang Saddil Ramdani, pemain Timnas Indonesia U-22 yang bersinar di SEA Games 2019 cabor sepak bola.

2 dari 9 halaman

1. Terlahir dari Keluarga Sederhana

Latihan Perdana Timnas Indonesia U-22
Pemain Timnas Indonesia U-22, Saddil Ramdani, mengejar bola saat mengikuti latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (22/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saddil Ramdani lahir 20 tahun tahun silan dari keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan. Ia untuk menjadi pemain pesepak bola terkenal untuk membahagiakan keluarga terutama sang bunda.

Pada 2015, Saddil memutuskan meninggalkan Kendari dan pindah ke Malang. Ia kemudian masuk SMA Negeri 7 Malang.

Saat berada di Malang, ia mendapat beasiswa di Aji Santoso International Football Academy (ASIFA).

3 dari 9 halaman

2. Jebolan ASIFA

Timnas Indonesia U-23
Pemain Timnas Indonesia U-23, Saddil Ramdani, mengirim umpan saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (13/3). Latihan ini merupakan persiapan jelang Kualifikasi Piala AFC U-23. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bersama ASIFA, Saddil mendapatkan ilmu tentang permainan sepak bola modern. Penampilan mengesankan di ASIFA membuatnya dipanggil masuk skuat Piala AFF U-19 2016 asuhan Eduard Tjong.

Namun, kiprah Saddil Ramdani di Piala AFF U-19 2016 berakhir di babak grup. Garuda Muda hanya bisa menempati posisi keempat klasemen grup b dibawah Thailand, Australia, dan Myanmar.

4 dari 9 halaman

3. Karier Saddil Ramdani Melesat Setelah SEA Games 2017

Sea Games 2017, Timnas Indonesia U-22, Kamboja
Pemain timnas Indonesia, Saddil Ramdani (kanan). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Karier Saddil Ramdani mulai melesat setelah tampil di SEA Games 2017 di Malaysia. Saat itu Timnas Indonesia U-23 diasuh oleh Luis Milla.

Saddil berhasil mencetak satu gol indah saat menghadapi Filipina tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 di babak penyisihan grup. Saat itu Indonesia menang 3-0 atas Filipina. 

Gol Saddil diawali dengan gerakannya menusuk dari sisi kiri ke arah kotak penalti. Dia lalu melepaskan tendangan kaki kanan, yang masuk ke gawang The Azkals. 

Timnas Indonesia U-23 akhirnya hanya mendapat medali perunggu pada SEA Games 2017 setelah menang 3-1 atas Myanmar pada perebutan peringkat ketiga.

 

5 dari 9 halaman

4. Kartu Merah di Piala AFF U-18 2017

Timnas Indonesia U-19 Vs Thailand
Momen saat pemain timnas Indonesia U-19, Saddil Ramdani mendapatkan kartu merah pada laga semifinal Piala AFF U-18 2017 melawan Thailand. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Saddil kemudian tampil memperkuat Timnas Indonesia U-19 pada ajang Piala AFF U-18 2017 di Myamar di bawah asuhan Indra Syafri. Saddil membawa Garuda Muda menembus babak semifinal setelah menjadi jawara di Grub B.

Namun, pada semifinal Timnas Indonesia U-18 dikalahkan oleh Thailand melalui adu penalti dengan 2-5. Saddil Ramdani mendapat kartu merah di pengujung babak pertama. Dia mendapat karti merah karena menyikut pemain Thailand, Wudtichai Kumkeam. Ia kesal karena ditendang punggungnya.

Keluarnya Saddil membuat keseimbangan permainan Timnas Indonesia U-19 terganggu. Saddil kemudian menjadi sorotan dan kritikan keras setelah insiden kartu merah tersebut. 

Skuat Garuda muda akhirnya meraih tempat ketiga pada Piala AFF U-18 2017 setelah membantai Myanmar 7-1.

 

6 dari 9 halaman

5. Berlaga di Asian Games 2018

Sepak Bola : Indonesia Vs Palestina
Gelandang Indonesia, Saddil Ramdani, saat melawan Palestina pada laga Asian Games di Stadion Patriot, Jawa Barat, Rabu (15/8/2018). Indonesia takluk 1-2 dari Palestina. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Saddil Ramdani kembali masuk Timnas Indonesia U-23 untuk ajang Asian Games 2018. Saat itu, skuat Garuda Muda ditangani Luis Milla.

Namun, langkah Garuda Muda terhenti pada babak delapan besar. Mereka dikalahkan oleh Uni Emirat Arab lewat adu tos-tosan. Saddil Ramdani menjadi satu di antara algojo yang gagal menjalankan tugasnya.

 

7 dari 9 halaman

6. Masuk Skuat Piala Asia U-19 2018 di Jakarta

Timnas Indonesia U-19, Korea Selatan U-19, Kualifikasi Piala Asia U-19
Gelandang Indonesia U-19, Saddil Ramdani, melepaskan tendangan ke gawang Korea Selatan (Korsel) pada kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Stadion Paju, Sabtu (4/11/2017). Korsel menang 4-0 atas Indonesia. (AFP/Kim Doo-Ho)

Saddil Ramdani juga tergabung dalam skuat Timans Indonesia U-19 untuk Piala Asia U-19 2018. Saat itu langkah Garuda Muda terhenti pada babak perempat final.

Jepang menjadi tim yang memupus harapan Garuda Muda berlaga di Piala Dunia U-20 2019. Tim Samurai muda mengalahkan Timnas Indonesia U-19 dengan skor 2-0.

 

8 dari 9 halaman

7. Dicoret dari Skuat Piala AFF 2018

Nurhidayat Haris dan Saddil Ramdani
Pemain Timnas Indonesia U-19, Nurhidayat Haris dan Saddil Ramdani, tiba di Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (20/9/2017). Timnas U-19 kembali ke tanah air setelah berhasil meraih peringkat ketiga Piala AFF U-18. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Nama Saddil Ramdani sempat masuk untuk skuat Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2018. Namun, namanya akhirnya dicoret pada detik-detik terakhir.

Saat itu ia sedang tersangkut masalah hukum karena diduga melakukan kekerasan kepada mantan kekasihnya. Selain itu, Saddil Ramdani juga dianggap terlambat hadir pada pemusatan latihan.

 

9 dari 9 halaman

8. Meninggalkan Pahang FA

Latihan Timnas Indonesia U-22
Pemain Timnas Indonesia U-22, Saddil Ramdani, mengejar bola saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Jumat (22/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Saddil Ramdani sebelumnya bergabung dengan Pahang FA. Klub tersebut bermain di Liga Super Malaysia.

Saddil telah mengutarakan pamit dari Pahang FA untuk musim depan. Saat masih bergabung, Saddil berhasil membawa Pahang FA duduk diperingkat kedua klasemen. Ia  kini berstatus tanpa klub.

 

Disadur Bola.com (Penulis Hanif Sri Yulianto / Editor Yus Mei Sawitri, Published 09/12/2019)

 

Lanjutkan Membaca ↓