Emas SEA Games 2019, Akhir Penantian Panjang Duo Atlet Polo Air Asal Siantar

Oleh Marco Tampubolon pada 06 Des 2019, 20:20 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 20:20 WIB
Beby Tarigan (tiga dari kiri) dan Silvester Manik (lima dari kiri), dua atlet asal Pematang Siantar, bersama timnas polo air Indonesia jelang pertandingan melawan Malaysia di SEA Games 2019.

Liputan6.com, Jakarta Tim nasional (Timnas) Polo Air putra Indonesia, sukses mengukir sejarah di arena SEA Games 2019. Untuk kali pertama sejak ajang ini dipertandingkan 1977 lalu, Indonesia akhirnya merebut emas sekaligus menghentikan dominasi timnas polo air Singapura. 

Prestasi yang diraih pasukan Milos Sakovic semakin terasa spesial karena menjadi emas pertama Indonesia yang berlaga di SEA Games 2019, 30 November-11 Desember 2019. 

Perjalanan Timnas Polo Air Indonesia di SEA Games 2019 sebenarnya tidak mudah.  Apalagi di laga pertama, mereka sempat ditahan imbang Filipina. Harapan kembali terbuka saat Indonesia berhasil mengalahkan raksasa polo air Asia Tenggara, Singapura 7-5.

 

Beby Willy Eka Paksi Tarigan, atlet polo air Indonesia yang sukses merebut emas di SEA Games 2019. Dia berharap olahraga polo air di Indonesia bisa lebih berkembang lagi. (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Posisi Timnas Polo Indonesia di puncak klasemen tidak terkejar lagi setelah Filipina mampu menahan imbang Singapura 6-6, Jumat (29/11/2019). Penantian panjang pun berakhir. Timnas Polo Indonesia untuk kali pertama berhasil mempersembahkan emas bagi Indonesia.

Susana haru seketika menyergap timnas polo air Indonesia usai laga Filipina vs Singapura. Sebagian pemain menangis, tidak kuasa membendung air mata kebahagiaan.

Tidak terkecuali, defender timnas polo air Indonesia, Beby Willy Eka Paksi Tarigan. Kebahagiaan bahkan masih terpancar di wajah Beby saat Liputan6.com menemuinya di pusat perbelanjaan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam (4/12/2019). Beby tidak sendiri. Dia ditemani atlet timnas polo air Indonesia, Silvester 'Abet' Goldberg Manik.

Keduanya satu kampung. Sama-sama berasal dari Pematang Siantar, Sumatera Utara. 

Sudah sejak 2013, Beby menantikan momen ini. Setelah tiga SEA Games (2013, 2015, dan 2017), penantian pria kelahiran 19 Juli 1990 itu baru berakhir di SEA Games 2019. 

"Ini sudah menjadi mimpiku. Sejak awal saya sudah yakin bakal meraih emas karena sebelumnya, kami sudah berulang kali meraih perak. Persiapan tahun ini juga lebih panjang karena lanjut dari pelatnas Asian Games 2018," kata ayah satu anak tersebut. 

 

Beby Willy Eka Paksi Tarigan, atlet polo air Indonesia yang berhasil merebut medali emas di SEA Games 2019. (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Bagi Beby, emas SEA Games 2019 merupakan prestasi tertinggi yang mampu diraih setelah bertahun-tahun malang-melintang di dunia aquatic Indonesia.

Keputusannya beralih menjadi atlet polo air setelah sempat mencoba peruntungan di cabang renang dan selam berbuah hasil. "Ini merupakan mimpi terbesar saya," kata Beby. 

Lahir dan besar di Pematang Siantar, Beby sebenarnya tidak pernah terpikir menjadi atlet. Cita-citanya dulu ingin menjadi dokter. Perkenalannya dengan kolam renang hanyalah untuk menjalani terapi setelah didiagnosa mengidap penyakit paru-paru saat masih anak-anak. 

Beby pun ikut abangnya untuk berlatih renang. Dari hanya sekadar berendam saja, Beby mulai ikut belajar berenang. Dan siapa sangka, bakatnya justru terbentuk dari sini.

 

Beby Willy Eka Paksi Tarigan, atlet polo air Indonesia yang sukses merebut emas di SEA Games 2019 (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Berawal dari penampilan gemilang dalam kejuaraan renang antarklub di Siantar, Beby lalu mulai aktif berlatih renang. Prestasi di tingkat lokal lalu mengantarnya sebagai atlet provinsi Sumatera Utara. Dari renang, Beby berkenalan dengan selam dan menjadi atlet mono-fin. Hanya saja, kecelakaan motor membuat kakinya cedera sehingga sulit bersaing.

"Saya lalu diajak masuk tim polo air, dan terus sampai saat ini," kata Beby Tarigan.

Di timnas polo air Indonesia, Beby tidak sulit beradaptasi. Terlebih tim ini juga dihuni oleh rekan satu kampungnya, Silvester Goldberg Manik. Pemain yang berposisi sebagai winger itu juga lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), 19 Februari 1988. 

Silvester bahkan sudah lebih dulu memperkuat timnas polo air Indonesia. Putra mantan pegulat nasional, Biduan Manik itu telah tampil sejak SEA Games 2005. "Saya hanya absen pada SEA Games 2015. Selebihnya saya selalu ambil bagian," kata Silvester. 

Tidak berbeda jauh dengan Beby, Silvester juga mengawali karier aquatic-nya dari renang. Dia juga pernah menjadi atlet selam sebelum akhirnya memilih polo air tahun 2005. 

"Awalnya mewakili Sumut di PON Kaltim 2005 dan berhasil meraih emas," katanya. 

 

2 dari 4 halaman

Momen Bangkit

Bagi Silvester, emas SEA Games 2019 merupakan momen penting bagi olahraga polo air Indonesia. Keberhasilan yang baru mereka raih menjadi bukti bahwa atlet-atlet Indonesia punya potensi untuk berkembang lewat cabang ini, apalagi kalau diimbangi iklim yang ideal. 

"Singapura kuat karena pembinaan mereka bagus. Dari usia dini. Polo air juga sudah masuk kurikulum di sekolah mereka. Jam terbang mereka lebih banyak," kata Silvester.

Usai merebut emas SEA Games 2019, Silvester Goldberg Manik berharap polo air Indonesia lebih berkembang lagi. (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

"Di Indonesia, iklimnya belum terbentuk. Tim baru kumpul hanya saat pelatnas saja. Tidak ada liga yang rutin. Tahun ini kita beruntung karena Asian Games 2018 berdekatan dengan SEA Games 2019, jadi agenda pelatnas lebih panjang sehingga tim lebih padu," katanya. 

"Setelah SEA Games 2019 ini, tim kembali akan dibubarkan. Kembali ke nol lagi."

Beby menambahkan, di Eropa, polo air merupakan olahraga yang populer. Seperti pesepak bola di Benua Biru, pemain polo juga atlet profesional. Mereka dikontrak oleh klub untuk bermain di berbagai liga. "Jadi sebenarnya polo air itu menjajikan," kata Beby. 

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Kembali Jadi PNS

Silvester Goldberg Manik, atlet polo air Indonesia berhasil merebut medali emas di SEA Games 2019
Silvester Goldberg Manik, atlet polo air Indonesia berhasil merebut medali emas di SEA Games 2019 (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Di tengah iklim polo air yang belum terbentuk di Indonesia, baik Beby maupun Silvester, belum berani sepenuhnya menggantungkan hidup hanya kepada profesi ini. Apalagi pemasukan sebagai atlet yang mereka dapat di daerah asal tidak terlalu menjanjikan. 

Namun profesi atlet menjadi batu loncatan bagi kedua 'Siantar Man--panggilan akrab bagi pemuda asal Siantar--' ini mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS), meski itu berarti harus meninggalkan kampung halaman.

Beby saat ini merupakan pegawai di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sementara Silvester bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan.

"Setelah SEA Games 2019, kami kembali lagi ke rutinitas sehari-hari. Kembali melatih dan kembali jadi PNS lagi sembari menunggu panggilan selanjutnya," kata Silvester.  

 

4 dari 4 halaman

Biodata Atlet

 Beby Willy Eka Paksi Tarigan, atlet polo air Indonesia yang sukses merebut emas di SEA Games 2019 (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Nama: Beby Willy Eka Paksi Tarigan

Panggilan: Beby

Lahir: Pematang Siantara, Sumatera Utara, 12 juli 1990

Posisi: Defender

Istri: Yanti Yoseva Siahaan

Anak: Prince Abercio Tarigan 

Pekerjaan di luar atlet: Pegawai Kemenpora

Prestasi Tertinggi: Emas SEA Games 2019

 

 

Silvester Goldberg Manik, atlet polo air Indonesia berhasil merebut medali emas di SEA Games 2019 (Marco Tampubolon/Liputan6.com)

Nama:  Silvester Goldberg Manik

Panggilan: Abet

Lahir: Pematang Siantar, 19-02-1988

Posisi di tim Polo: Wing

Pekerjaan di luar atlet: Pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut

Prestasi tertinggi: Emas SEA Games 2019  

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Penampakan Mobil Baru Cristiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar