Tim Beregu Rebut Emas SEA Games 2019, Pelatih Kecewa Melihat Penampilan Fajar / Rian

Oleh Yus Mei Sawitri pada 04 Des 2019, 21:10 WIB
Diperbarui 04 Des 2019, 21:10 WIB
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Kalah
Perbesar
Ganda putra Indonesia, Fajar Rian / Muhammad Rian, tampak lelah saat melawan Aaron Chia / Soh Wooi Yik pada final beregu SEA Games 2019 di Multinlupa Sport Center, Rabu (4/12). Fajar / Rian kalah 17-21 dan 13-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Manila - Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Imam Pierngadi, kecewa melihat penampilan Fajar Alfian / Muhammad Rian Adrianto pada final bulutangkis beregu putra SEA Games 2019, Rabu (4/12/2019). Menurut Imam, performa Fajar/Rian benar-benar di luar dugaan.

Tim beregu putra berhasil merebut medali emas SEA Games 2019. Di semifinal Indonesia mengalahkan Thailand dengan 3-0, sementara di final menang 3-1 atas Malaysia.

Di final, Indonesia kehilangan satu poin saat pasangan Fajar/Muhammad mengalami kekalahan. Fajar/Rian kalah dari ganda Malaysia, Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik, dengan 17-21, 13-21.

Kemenangan tim putra Indonesia kemudian dipastikan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf yang mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Terkait hasil tersebut, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi langsung mengevaluasi penampilan anak didiknya tersebut.

“Kalau lihat penampilannya Fajar/Rian tadi, saya tidak puas. Saya tidak tahu apakah mereka beban atau apa. Prediksi saya memang kalah, karena head to head mereka 0-3. Akan tetapi kalahnya tidak seperti itu," kata Herry di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, melalui rilis dari PBSI. 

"Sebagai pelatih saya kecewa. Pemain juga pasti tidak mau kalah, tapi penampilan mereka di luar dugaan. Tidak keluar,” imbuh Herry, mengevaluasi performa Fajar Alfian / Muhammad Rian Adrianto.  

 

2 dari 3 halaman

Puji Wahyu / Ade

Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso
Perbesar
Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso pada final bulutangkis beregu putra SEA Games 2019 di Manila, Rabu (4/12/2019). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Fajar Alfian/Muhammad Rian
Perbesar
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, terlihat lelah saat melawan pasangan Malaysia, Aarron Chia/Soh Wooi Yik pada final bulutangkis beregu putra SEA Games 2019 di Multinlupa Sport Center, Rabu (4/12/2019). Fajar / Rian kalah 17-21 dan 13-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tak puas dengan penampilan Fajar Alfian / Muhammad Rian Adrianto di final, Herry mengapresiasi permainan Wahyu/Ade. Wahyu/Ade dinilai bermain bagus dan mampu memanfaatkan kondisi pemain Malaysia yang berada di bawah tekanan.

Wahyu/Ade sebenarnya tidak terlalu diharapkan bisa menyumbang poin pada final kontra Malaysia. Namun, mereka bisa menjawab keraguan dengan penampilan meyakinkan. 

Wahyu/Ade mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi dengan dua gim langsung 21-16, 21-19.

“Mereka penampilannya bagus dan menurut saya normal. Kita bisa lihat juga ganda Malaysia di bawah tekanan. Setelah Wahyu/Ade menang gim pertama, saya sudah yakin akan menang,” ujar Herry.

“Wahyu/Ade sedang saya uji coba di pertandingan beregu. Pada beregu kualifikasi Piala Sudirman mereka bisa buktikan, jadi di sini saya kasih kesempatan lagi masuk tim. Yang di luar perkiraan ya itu tadi Fajar/Rian,” tambah Herry.

 

3 dari 3 halaman

Emas di Nomor Perorangan

Selesai di pertandingan beregu, Herry berharap penampilan Fajar/Rian dan Wahyu/Ade bisa lebih baik. Mereka diharapkan mampu merebut medali emas di nomor perorangan.

Selain itu, sektor ganda putra jadi salah satu tumpuan merebut medali emas pada SEA Games 2019. 

“Semoga di perorangan mereka bisa tampil baik. Kalau saya sebagai pelatih berharap ganda putra bisa merebut medali emas,” kata Herry. 

Disadur dari Bola.com (Penulis Yus Mei Sawitri, Published 4/12/2019).

Lanjutkan Membaca ↓