Luis Milla Beri Respons soal Target Tinggi PSSI Juarai Piala AFF 2020

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 30 Nov 2019, 10:17 WIB
Diperbarui 30 Nov 2019, 10:17 WIB
Sepak Bola : Indonesia Vs Uni Emirat Arab
Perbesar
Luis Milla. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Manila- Pelatih asal Spanyol, Luis Milla tak mau berjanji bisa memenuhi tuntutan PSSI agar mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2020. Luis Milla menyebut tak satupun pelatih di dunia yang mampu memberi garansi juara saat baru menangani tim.

Target mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2020 menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan Luis Milla jika kembali terpilih. Tuntutan itu diungkapkan PSS ketika menggelar pertemuan dengan Luis Milla di New World Manila Bay Hotel, Jumat (29/11/2019).

Luis Milla mencontohkan klub-klub besar semisal Barcelona dan Paris Saint-Germain di mana para pelatihnya enggan menggaransi secara langsung gelar juara. Pelatih berusia 53 tahun itu menegaskan hanya bisa berkomitmen akan sikap dan loyalitas kepada Timnas Indonesia dan PSSI.

"Kalau ada seorang pelatih datang dan berkata siap 100 persen untuk memberikan gelar juara, berarti dia sedang berbohong. Tidak ada orang yang bisa memberi garansi," kata Luis Milla kepada wartawan di Manila.

2 dari 3 halaman

Beri Contoh Barcelona

Timnas Indonesia U-23, Latihan Timnas U-23
Perbesar
Pelatih timnas Indonesia U-23, Luis Milla memberikan instruksi saat sesi di Lapangan ABC, Senayan, (24/4/2018). Timnas akan mengikuti turnamen PSSI Anniversary 27 April-3 Mei 2018. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

"Saya bisa menggaransi ke sepak bola adalah kelanjutan apa yang sudah dilakukan seperti sikap dan profesionalisme. Tak ada orang di dunia yang bisa menjanjikan kesuksesan. Lihat Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Manchester City dan United. Tak ada yang bisa," ujar Luis Milla.

PSSI beralasan, target Timnas Indonesia juara Piala AFF 2020 sudah cukup realistis buat Luis Milla. Apalagi sang pelatih sudah pernah menukangi Timnas U-23 di SEA Games 2017 yang mana para pemainnya mayoritas saat ini bermain di level senior.

Sebelumnya, Luis Milla didapuk jadi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2017 silam, menggantikan Alfred Riedl usai Piala AFF 2016. Ia menjalani tugas ganda, selain memegang timnas senior juga level U-22 serta U-23.

Tugas pertama yang dijalanin pelatih kelahiran 12 Maret 1966 itu memimpin pasukan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017. Saat itu Evan Dimas dkk. hanya meraih medali perunggu.

Selanjutnya, nakhoda asal Spanyol itu mengarsiteki Timnas Indonesia U-23 di pentas Asian Games 2018. Tim Merah-Putih dibawanya lolos ke fase 16 besar, sebelum akhirnya dikalahkan Uni Emirat Arab lewat adu penalti.

Selepas itu kontraknya tak diperpanjang. PSSI kemudian menunjuk Bima Sakti, asisten Milla untuk menangani Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016, yang hasilnya amat mengecewakan. Tim Garuda gagal melaju ke semifinal.

 

3 dari 3 halaman

Kiprah Indonesia diSEA Games 2019

Lanjutkan Membaca ↓