Lawan Malaysia, Timnas Pelajar U-18 Diminta Jaga Emosi

Oleh Liputan6.com pada 22 Nov 2019, 13:35 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 13:35 WIB
Timnas Pelajar U-18
Perbesar
Aksi Timnas Pelajar U-18 Indonesia saat main di laga pertama Asian Schools Football Championship (dok: Kemenpora)

Liputan6.com, Balikpapan - Timnas Pelajar U-18 akan bertemu Malaysia pada semifinal 47th Asian Schools Football Championship (ASFC), Jumat malam WIB,(22/11/2019) di Stadion Batakan, Balikpapan.

Jelang pertandingan, Timnas Pelajar U-18 bertekad lebih mengendalikan emosi saat menghadapi Malaysia. "Jangan sampai juga terpancing. Kan biasanya kalau lawan Malaysia juga pertandingan panas, sehingga kita harus mengatur emosi agar tidak terpancing saat lawan Malaysia," kata gelandang tim pelajar, Muhammad Salman Alfarid, seperti dilansir Antara.

Salman mengaku telah mendapat teguran dari pelatih Bambang Warsito karena saat dimainkan melawan tim pelajar Tiongkok, ia dan rekan-rekannya beberapa kali terpancing emosinya.

Pemain timnas U-19 itu juga mengatakan dirinya mengincar kemenangan pada laga nanti. Bukan hanya agar skuat Elang Muda masuk final, namun juga untuk menebus kekecewaan akibat timnas senior ditaklukkan Malaysia pada ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa silam.

"Sebenarnya saya tidak merasa terbebani. Justru saya ingin membalas kekalahan yang kemarin untuk pertandingan melawan Malaysia besok," ucap Salman.

Pemain senior lainnya di Timnas Pelajar U-18, Komang Teguh Trisnanda, juga mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tampil sabar saat menghadapi tim Negeri Jiran.

2 dari 3 halaman

Kontrol Emosi

Timnas Pelajar U-18
Perbesar
Aksi Timnas Pelajar U-18 Indonesia saat main di laga pertama Asian Schools Football Championship (dok: Kemenpora)

"Ya kita sih harus lebih bisa kontrol emosi juga. karena kita kan sama Malaysia juga musuh bebuyutan. Kita gak boleh kepancing sama mereka, kita harus sabar," kata pemain asal Denpasar tersebut.

Tim pelajar Indonesia memiliki catatan cukup baik pada fase grup dengan kemenangan atas Sri Lanka dan Korea Selatan, serta satu kekalahan dari China. Penampilan mereka secara individual sangat baik, namun banyak pihak menilai penampilan kolektif skuat Elang Muda masih dapat ditingkatkan.

"Tapi sebenarnya kita harus lebih kompak lagi, kerja sama tim, soalnya kemarin kata pelatih kita terlalu individual. Jadi kerja sama tim kemarin masih kurang," kata Komang mengamini.

3 dari 3 halaman

Dukungan Suporter

Timnas Pelajar U-18
Perbesar
Timnas Pelajar U-18 saat menghadapi China di laga terakhir penyisihan grup B (dok: Kemenpora)

Kehadiran para pendukung tim pelajar Indonesia yang memadati Stadion Batakan, diakui Salman dan Komang sebagai vitamin tambahan untuk mendongkrak semangat juang mereka dan rekan-rekannya. Oleh sebab itu, mereka tidak mau mengecewakan pendukung yang datang langsung maupun menyaksikan lewat siaran streaming.

"Kemarin kan di sini banyak yang nonton secara langsung maupun tidak langsung. Banyak juga yang mendoakan timnas pelajar ini. Kami ingin memberikan hasil terbaik," pungkas Salman.(Ant)

Lanjutkan Membaca ↓