Warga Malaysia Dilarang Jadi Calo Saat Timnas Indonesia Tampil

Oleh Aning Jati pada 17 Nov 2019, 13:59 WIB
Diperbarui 17 Nov 2019, 13:59 WIB
Suporter Timnas Indonesia
Perbesar
Suporter Timnas Indonesia memberikan dukungan saat melawan Singapura pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Kuala Lumpur- Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengkhawatirkan warga mereka jadi calo saat Malaysia melawan Timnas Indonesia di Stadion Nasional, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa (19/11/2019). Maklum, jatah suporter Malaysia sangat banyak untuk laga ini, sedangkan fans Timnas Indonesia mendapatkan jatah yang sedikit.

Imbauan itu disampaikan secara resmi melalui media sosial FAM pada Minggu (17/11/20190. Isinya, meminta warga Malaysia untuk tidak menjual tiket pertandingan Malaysia versus Timnas Indonesia kepada kalangan suporter Tim Garuda.

Mengacu pada pernyataan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, suporter Timnas Indonesia mendapat jatah 4.500 lembar tiket untuk pertandingan penyisihan Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia ini. 2.500 di antaranya sudah terjual.

Namun, ada kekhawatiran tersendiri dari FAM serta pihak kepolisian Malaysia (PDRM), untuk kemungkinan yang bisa terjadi, yakni lonjakan keberadaan pendukung Tim Garuda di stadion saat pertandingan.

FAM dan PDRM berkaca dari situasi yang terjadi pada laga sebelumnya, yakni ketika menjamu Thailand di venue sama pada Kamis (14/11/2019). Ketika itu, FAM mengalokasikan 2.500 lembar tiket. Namun, saat pertandingan, tercatat sekira 5.000 pendukung lawan ada di dalam Stadion Nasional, Bukit Jalil.

Ditengarai, ada warga Malaysia yang sengaja menjual tiket untuk kalangan pendukung lawan, memanfaatkan antusiasme yang tinggi.

FAM dan PDRM mengkhawatirkan hal serupa terulang dalam laga Timnas Malaysia menjamu Indonesia. Apalagi, tiket pertandingan yang disiapkan sudah hampir sold out, sejauh ini sudah lebih dari 74 ribu lembar tiket terjual, sementara animo pembelian tiket dianggap masih tinggi.

FAM, melalui sang Sekjen, Stuart Ramalingam, mengungkap alasan di balik keluarnya imbauan tersebut, lebih kepada faktor keselamatan calon penonton.

Pasalnya, dengan menjual tiket kepada pendukung tim lawan, dalam hal ini suporter Timnas Indonesia, pembeli tiket bersangkutan akan berada di tribune yang bukan dikhususkan untuk suporter tim tamu.

Alhasil, PDRM harus bekerja lebih keras untuk mengawasi kebocoran semacam ini karena dampak yang ditimbulkan bisa fatal.

Sesuai kesepakatan, FAM akan menempatkan seluruh pendukung Timnas Indonesia dalam laga melawan Malaysia ini dalam satu zona atau tribune, untuk memudahkan pengawasan dan pengamanan, demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan menyusul diprediksi pertandingan berjalan panas.

2 dari 2 halaman

Tiket Hampir Ludes

Timnas Indonesia Vs Malaysia
Perbesar
Suporter Malaysia memberikan dukungan saat melawan Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

FAM melepas tiket untuk laga Malaysia melawan Timnas Indonesia dalam beberapa kisaran harga, mulai 30 ringgit (Rp101 ribu) hingga 60 ringgit (Rp203 ribu) untuk penonton dewasa, dan tujuh ringgit untuk anak-anak (Rp24 ribu).

Harga sama juga ditetapkan FAM untuk laga sebelumnya, saat menjamu Thailand pada matchday keempat, Kamis (14/11/2019).

FAM menjelaskan, seluruh tiket yang dilempar untuk partai Malaysia vs Indonesia, Selasa mendatang, sudah hampir ludes terjual. Hingga Minggu pagi, tiket di kelas Grandstand dan FAM premium telah habis, menyisakan tiket di kelas tempat duduk Terbuka.

Tiket tersisa masih bisa dibeli secara online, namun FAM memprediksi tiket tersisa itu juga akan segera habis. Jika begitu, praktis, FAM tak akan menjual tiket lagi secara langsung pada hari pertandingan di loket tiket yang berada di area Stadion Nasional, Buki Jalil.

Berikut pernyataan resmi FAM terkait imbauan kepada warga Malaysia untuk tak menjual tiket bagi pendukung Timnas Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓