Giorgio Chiellini Ternyata Fans AC Milan dan Idolakan Maldini?

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 13 Nov 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 13 Nov 2019, 08:15 WIB
Giorgio Chiellini

Liputan6.com, Turin - Bek tangguh Juventus, Giorgio Chiellini, ternyata adalah pendukung AC Milan. Bahkan, ia juga sangat mengidolakan Paolo Maldini, yang kini menjadi salah direktur di AC Milan.

Pemain veteran ini adalah ikon Juventus. Giorgio Chiellini sudah bermain dengan klub selama 15 tahun terakhir. Tapi dia mengaku awalnya adalah pendukung AC Milan.

"Saya adalah penggemar Milan. Maldini adalah pemain favorit saya," kata pemain timnas Italia itu.

Namun, ternyata hal itu diungkapkan Chiellini dengan bercanda. Ia menegaskan dirinya adalah penggemar Juventus.

"Sekarang sulit menemukan penggemar Juventus yang lebih besar daripada saya."

"Saya memiliki saudara kembar, dia adalah penggemar Juve dan saya harus melawannya dan menjadi Milan. Bisakah Anda bayangkan betapa bahagianya dia ketika Juve membeli saya ketika saya berusia 20 tahun?

"Ketika saya pindah ke sini saya langsung jatuh cinta dengan klub, dan sekarang saya pikir sulit untuk menemukan penggemar Juve yang lebih besar di bumi ini daripada saya," kata Giorgio Chiellini.

2 of 3

Lawan Terberat

Jebolan Ajax Amsterdam
3. Zlatan Ibrahimovic - Pria asal Swedia ini pernah menjadi andalan lini depan Ajax Amsterdam sejak didatangkan dari Malmo tahun 2001 silam. Tiga musim bersama Ajax, total 74 kali main dan 35 gol berhasil dicatatkan. (AFP/Oli Scarff)

Pada bagian lain, Chiellini sempat ditanya tentang lawan terberatnya selama membela Juventus. "Terlepas dari Ronaldo dan Messi, yang merupakan dua makhluk luar angkasa, saya selalu mengatakan Zlatan Ibrahimovic."

"Dia memiliki kekuatan fisik, teknik, kepribadian ... Saya memiliki keberuntungan untuk bermain dengannya dan melawannya."

3 of 3

Pertandingan Istimewa

Kapten Nyonya Tua juga sempat menyebutkan dua pertandingan yang tidak akan pernah ia lupakan.

"Pertandingan pertama saya karena itu akan selalu menjadi yang pertama saya. Itu melawan Messina dan kami menang 3-0 [pada Oktober 2005]," katanya.

"Yang lainnya adalah malam itu di Trieste [melawan Cagliari], yang pertama dalam perjalanan kami [Scudetti]. Itu adalah malam dengan emosi yang kuat, yang akan selalu tinggal bersama saya."

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by