3 Alasan Kuat MU Masih Melempem Musim Ini

Oleh Gregah pada 08 Nov 2019, 07:45 WIB
Logo Manchester United

Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer seperti kehabisan akal dalam memimpin MU. Hal ini terbukti ketika Setan Merah menghadapi AFC Bournemouth pada laga pekan lalu di Premier League.

The Red Devils kembali raih kekalahan ketika berkunjung ke Stadion Vitality, markas besar AFC Bournemouth pada Sabtu (2/11/2019) malam. Marcus Rashford cs. harus mengakui kekalahan 1-0 dari The Cherries.

Hasil tersebut kembali membawa MU ke posisi sepuluh dengan raihan 13 poin. The Red Devils terpaut lima poin dari zona degradasi dan empat poin dari Arsenal yang bertengger di zona Liga Europa.

Lantas apa saja yang menyebabkan MU terguncang musim ini? Berikut tiga hal yang sebabkan anjloknya MU musim ini yang dilansir dari Sportskeeda:

2 of 4

Inkonsistensi

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford.
Penyerang Manchester United, Marcus Rashford (kiri), berduel dengan bek Bournemouth, Steve Cook, pada laga pekan ke-11 Premier League di Vitality Stadium, Sabtu (2/11/2019). Pada pertandingan itu, MU kalah 0-1 dari Bournemouth. (Mark Kerton/PA via AP)

MU meraih kemenangan meyakinkan atas Chelsea dengan skor 4-0. Setelah itu, performa tim Setan Merah mengalami inkonsistensi. Tercatat, anak asuh Ole Gunnar Solskjaer hanya meraih tiga kemenangan dan empat hasil imbang dari sebelas laga yang telah dilakoni di Premier League.

Kehilangan poin dari tim-tim lemah seperti Crystal Palace, Southampton, West Ham United, Newcastle United, dan Bournemouth merupakan kerugian besar bagi Manchester United. Jika MU dapat meraih kemenangan melawan tim-tim tersebut, bukan tidak mungkin mereka berada dalam jalur perebutan juara atau berada di zona Liga Champions saat ini.

3 of 4

Aktivitas Transfer Musim Panas

Harry Maguire, Manchester United
Harry Maguire dan para pemain Manchester United saat menghadapi Partizan Beograd pada lanjutan Liga Europa di stadion Partizana, Jumat (25/10/2019) dini hari WIB. (AFP/Andrej Isakovic)

Mendatangkan Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka mampu menutupi rapuhnya lini pertahanan MU. Sedangkan pembelian Daniel James merupakan pembelian yang cukup efektif karena ia mampu tampil impresif sepanjang awal musim ini.

Namun, MU melakukan beberapa kesalahan selama bursa transfer musim panas kemarin. Melepas Ander Herrera secara gratis dan tidak dapat menemukan pengganti Romelu Lukaku menjadi dosa besar yang Manchester United lakukan pada musim panas kemarin.

Lini depan MU tidak cukup tangguh untuk membobol pertahanan tim lawan. Anthony Martial dan Marcus Rashford bukanlah tipikal striker utama, sedangkan Mason Greenwood masih terlalu muda menanggung beban sebagai striker di Manchester United.

Pembelian gelandang serang dan striker sangat dibutuhkan demi meningkatkan performa MU di paruh kedua musim ini.

4 of 4

Pemain Cedera

Gelandang Manchester United, Paul Pogba.
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, berhasil mencetak dua gol dan satu assist sekaligus membantu timnya menang 4-1 atas Bournemouth di Old Trafford, pada laga pekan ke-20 Premier League, Minggu (30/12/2018). (AP Photo/ Jon Super)

Cedera merupakan hal yang tidak diinginkan oleh seorang manajer dan pemain sepak bola. Manajer tidak dapat menerapkan strategi karena kekurangan stok pemain. Sedangkan bagi pemain, cedera dapat menurunkan performa dia dalam bermain.

MU tak tampil konsisten selama musim ini karena beberapa pemain penting mengalami cedera. Pemain penting seperti Eric Bailly, Timothy Fosu Mensah, Diogo Dalot, Luke Shaw, Anthony Martial, dan Paul Pogba sili berganti menepi karena cedera.

Jika semua skuat dapat bermain secara reguler, bukan tidak mungkin hal yang MU raih di awal musim ini akan berbeda.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com (penulis Tegar Juel, editor Aditya W, published 7/11/2019)

Lanjutkan Membaca ↓