Caketum PSSI: Kami Diusir Ratu Tisha

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 02 Nov 2019, 12:48 WIB
Diperbarui 03 Nov 2019, 20:14 WIB
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule

Liputan6.com, Jakarta - Enam calon ketua umum PSSI mengaku terpaksa meninggalkan ruang kongres pemilihan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (2/11/2019). Mereka mengaku diusir oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.

Enam nama tersebut adalah Fary Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktovianus, Sarman El Hakim, Benny Erwin, dan Aven Hinelo. Mereka menanggap Kongres PSSI ini tidak mendapat restu FIFA.

Sedangkan La Nyalla Mattalitti menarik diri dari Kongres PSSI. Kini hanya ada tiga nama yang berada di rung Kongres PSSI, Arif Wicaksono, Mochamad Iriawan, dan Rahim Soekasah.

"Fary intrupsi beberapa isu soal Kongres yang tidak pernah ditanggapi PSSI, tapi dihalang-halangi security. Beberapa security memaksa kali keluar, hingga kaki Pak Beny terinjak."

"Bu Sekjen (Ratu) Tisha memerintahkan security untuk mengusir kami. Kita hanya mencoba interupsi tapi diusir," kata Vijaya melanjutkan.

 

2 dari 3 halaman

Tidak Fair

Buka Kongres PSSI
Menpora Zainudin Amali didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman memukul gong saat membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, calon ketua umum PSSI lainnya, Yesayas Oktovianus menuduh kongres kali ini tidak fair. Dia mencium adanya kecurangan.

"Kongres ini sudah di setting memenangkan satu orang. Ketika menpora sudah selesai, media keluar. Waktu di Ancol semua steril tapi tadi ada security," ucap Yesayas.

"Ini semua seperti terkesan sudah di setting. Ketika Fary ingin instrupsi malah dihentikan. Kami akan lawan sampai mereka keluar dari PSSI," katanya menegaskan.

 

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Agnes Keleti, Atlet Peraih Medali Olimpiade Tertua