Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-16 Kenang Alfin Lestaluhu Sebagai Pejuang

Oleh Luthfie Febrianto pada 01 Nov 2019, 17:25 WIB
Diperbarui 01 Nov 2019, 17:25 WIB
Timnas Indonesia U-16 Vs Filipina
Perbesar
Alfin Lestaluhu (tengah) meninggal dunia, Kamis (31/10/2019) (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-16 Indriyanto Nugroho mengenang salah satu pemainnya, Alfin Lestaluhu, sebagai anak yang ceria. Dia mengaku tidak tahu Alfin menderita penyakit yang merenggut nyawanya.

"Anak itu tidak pernah ngeluh, ada video semuanya (Alfin, red) lagi becandaan dengan teman-temannya," kata Indriyanto saat mengungjungi kantor Liputan6.com, Jumat (1/11/2019).

Seperti diketahui, Alfin Lestaluhu menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (31/10/2019) malam. Kabar wafatnya Alfin disebar akun resmi PSSI.

"Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa," tulis PSSI di akun Instagramnya.

Indriyanto menuturkan, tim pelatih tidak mengetahui Alfin menderita penyakit infeksi otak. Pasalnya secara kasat mata, tak ada tanda-tanda Alfin sakit.

Namun, Indriyanto mengaku Alfin Lestaluhu sempat mengeluhkan maag saat tampil di Piala AFF September lalu. Penyakit infeksi otak Alfin baru diketahui saat timnas U-16 asuhan Bima Sakti berlaga di Qatar dalam turnamen Four Nations.

Meski sakit, Indriyanto menuturkan Alfin tidak pernah meminta mundur dari Timnas Indonesia U-16. "Makanya kita sebut pejuang, dengan kondisi seperti itu masih berjuang untuk temen-temennya untuk Indonesia untuk lolos (Piala Asia, red) 2020," ujar Indriyanto.

 

2 dari 3 halaman

Mengaku Kaget

Kualifikasi Piala AFC U-16 2020, Indonesia Bungkam Filipina
Perbesar
Pemain belakang Timnas Indonesia U-16, Alfin Farhan Lestaluhu (tengah) mencoba melewati adangan pemain Filipina U-16 pada laga kualifikasi Piala AFC U-16 2020 Grup G di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (16/9/2019). Indonesia U-16 unggul 4-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Karena Alfin tak pernah mengeluh sakit, Indriyanto mengaku terkejut saat mengetahui anak asuhnya telah tiada. Saat menjenguk sang pemain, Indriyanto mengungkapkan Alfin menunjukan reaksi positif.

"Sempet nengok, tapi kita gak bisa masuk karena lagi di ICU. Coach Bima datang ada reaksi, mata, detak jatung. Tetapi tidak bisa ngomong," ujarnya.

3 dari 3 halaman

SKO Ragunan

Alfin Lestaluhu merupakan jebolan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan. Dia lalu dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16.

Pelatih Timnas Indonesia U-16 kepincut dengan penampilan pemain kelahiran tahun 2004. Tak perlu lama, Alfin langsung menjadi bagian penting dari tim asuhan Bima Sakti ini.

Lanjutkan Membaca ↓