7 Kemenangan Beruntun, Sihir Lampard Mulai Terasa di Chelsea

Oleh Jonathan Pandapotan Purba pada 29 Okt 2019, 17:15 WIB
Diperbarui 31 Okt 2019, 17:13 WIB
Kegembiraan Frank Lampard Antar Chelsea Menang Atas Ajax

Liputan6.com, London - Perlahan tapi pasti, Frank Lampard mulai menunjukkan kinerja positif di Chelsea. Manajer 41 tahun itu sukses membawa The Blues meraih tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Lampard kembali Chelsea pada awal musim ini. Ia menggantikan tugas dari Maurizio Sarri yang merapat ke Juventus.

Tugas Lampard sangat berat. Ia tak bisa membeli pemain karena embargo transfer. Selain itu, The Blues juga kehilangan pemain terbaiknya, Eden Hazard, yang pindah ke Real Madrid.

Untungnya, Lampard yang pernah membela Chelsea selama 13 tahun tahu betul seluk beluk klub tersebut. Ia sadar The Blues punya banyak pemain muda bagus yang sedang dipinjamkan.

(AP/Steven Paston)

Sang manajer pun memanggil pulang Mason Mount, Fikayo Tomori, Reece James dan Tammy Abraham. Keempat pemain itu dipinjamkan ke klub-klub Championship musim lalu dan bermain cukup impresif.

Meski demikian, awalnya Lampard memiliki masalah menyatukan pemain muda dan senior. Ia juga ragu-ragu memilih starting eleven dan formasi timnya. Alhasil, sang manajer terus membongkar pasang tim.

Hasil di lapangan juga kurang oke. Dalam lima pertandingan pertama di semua kompetisi, Chelsea cuma menang sekali. The Blues bahkan sempat dipermalukan 0-4 oleh Manchester United di laga pembuka.

Lampard langsung berada dalam tekanan dan ia digosipkan bakal dipecat. Akan tetapi, manajemen Chelsea masih bersabar dan mau memberi Lampard kesempatan.

(AFP Photo/Oli Scarff)

Titik balik kebangkitan Chelsea terjadi di Piala Liga. The Blues sukses menggebuk Grimsby Town dengan skor telak 7-1.

Setelah itu, Chelsea seperti tak bisa dihentikan dan meraih kemenangan demi kemenangan. Terakhir, pasukan London Biru menggulung tuan rumah Burnley dengan skor 4-2.

Rentetan hasil positif tersebut membawa Chelsea ke peringkat empat klasemen Liga Inggris. The Blues juga lolos ke putaran empat Piala Liga dan berada di posisi dua klasemen Grup H Liga Champions.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

 

 

2 of 3

Percaya Pemain Muda

(AFP/Daniel Leal-Olivas)

Lampard mengakui, kehilangan sosok Hazard bukan hal yang mudah. Untungnya, ia tak pernah ragu memberi kesempatan kepada pemain muda macam Callum Hudson-Odoi dan Christian Pulisic.

"Orang-orang telah berbicara tentang transisi. Hal ini wajar terjadi ketika Anda kehilangan pemain penting seperti Hazard yang mencetak atau menciptakan hampir 50 persen dari gol kami musim lalu," kata Lampard di Soccerway.

"Anda harus menerima itu dan mencari di mana lagi tim dapat menghasilkan produk akhir semacam itu. Kami memiliki para pemain muda ini untuk melakukannya."

(AFP/Glyn Kirk)

Menurut Lampard, Hazard adalah pemain fenomenal. Tapi, itu bukan berarti The Blues akan terpuruk setelah kehilangan sang bintang.

“Semua orang menginginkan Hazard di tim. Tetapi, kami punya pemain bagus dan penting bagi kami mencoba dan menjadi kuat dengan penyerang yang ada. Tentu saja, kami harus khawatir, tetapi saya ingin kami mempertahankan kinerja kami di lapangan."

"Saya ingin kami menggerakkan bola dengan sangat cepat dengan tujuan untuk menciptakan peluang dan para pemain melakukan itu. Kami bekerja setiap hari dalam latihan dan itu tidak mudah,” ucapnya.

3 of 3

7 Kemenangan Beruntun Chelsea

26/09/19: Chelsea 7-1 Grimsby Town (Piala Liga)

28/09/19: Chelsea 2-0 Brighton & Hovren (Liga Inggris)

03/10/19: Lille 1-2 Chelsea (Liga Champions)

06/10/19: Southampton 1-4 Chelsea (Liga Inggris)

19/10/19: Chelsea 1-0 Newcastle United (Liga Inggris)

23/10/19: Ajax 0-1 Chelsea (Liga Champions)

26/10/19: Burnley 2-4 Chelsea (Liga Inggris)

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓