4 Alasan Mengapa MU Bisa Akhiri Musim di Zona Liga Champions

Oleh Aditya Wicaksono pada 26 Okt 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2019, 19:13 WIB
Harry Maguire, Manchester United

Jakarta Manchester United (MU) sedang mengalami titik balik yang positif setelah menahan imbang Liverpool dan meraih kemenangan pertama di laga tandang saat menghadapi Partizan Beograd di Liga Europa. Hasil itu diharapkan dapat menjadi awal untuk hasil positif berikutnya bagi Manchester United.

Banyak orang yang meragukan kapasitas MU dalam berkompetisi di Premier League. Manchester United sedang mengalami sejumlah permasalahan yang sulit teratasi pada saat ini.

Peluang Manchester United dalam memperebutkan gelar Premier League sangat kecil. Namun, The Red Devils masih memiliki peluang untuk mengakhiri musim dengan finis di zona Liga Champions.

Premier League masih menyisakan 29 pertandingan pada musim ini. Perjuangan tim Setan Merah dalam bersaing di Premier League tidak akan semakin mudah.

Namun, masih banyak kesempatan bagi MU untuk memperebutkan satu slot di zona Liga Champions. Berikut ini empat alasan Manchester United bisa menembus zona Liga Champions pada akhir musim nanti:

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 5

Pulihnya Para Pemain yang Cedera

Manchester United Vs Watford
Pemain Manchester United, Anthony Martial. (AP/Martin Rickett)

Badai cedera adalah satu penyebab keterpurukan Manchester United pada awal musim ini. Para pemain penting seperti Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke Shaw harus menepi karena cedera yang mereka alami.

Hal ini yang membuat stabilitas kekuatan Manchester United terganggu. Dengan tidak adanya pemain-pemain tersebut, praktis Ole Gunnar Solskjaer hanya dapat menggunakan pemain seadanya. Bahkan, manajer asal Norwegia tersebut memainkan pemain muda yang kurang berpengalaman.

Kini, publik Old Trafford sudah tidak perlu khawatir. Beberapa pemain sudah kembali dari cedera yang mereka alami. Pemain-pemain tersebut sudah cukup fit dalam membantu tim Setan Merah meraup cukup banyak poin di Premier League.

3 of 5

Ole Gunnar Solskjaer Temukan Formasi Ideal

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer, bersiap memimpin latihan jelang laga 16 besar Liga Champions. (AFP/Franck Fife)
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (AFP/Franck Fife)

Manchester United baru mencetak sepuluh gol dari sembilan laga di Premier League musim ini. Raihan tersebut membuat tim Setan Merah menepati peringkat ketiga terburuk dalam mencetak gol di Premier League.

Solskjaer telah melakukan kesalahan dengan melepas dua penyerang, yaitu Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez pada musim panas ini. Bahkan, Manajer asal Norwegia tersebut tidak mencari pengganti untuk mengisi kekosongan posisi dari kedua pemain tersebut.

Pertandingan kontra Liverpool menjadi titik balik bagi lini serang Manchester United. Solskjaer dapat memanfaatkan kecepatan yang dimiliki Marcus Rashford dalam membongkar pertahanan tim lawan.

Apalagi, para pilar penting Manchester United telah pulih dari cedera. Salah satu solusi terbaik adalah memainkan kuartet Rashford, Martial, James, dan Pogba bersama-sama sejak menit awal. Komposisi tersebut dianggap cukup mematikan bagi lini pertahanan lawan.

4 of 5

Membaiknya pertahanan The Red Devils

Harry Maguire, Manchester United
Pemain Manchester United, Harry Maguire. (AFP/Andrej Isakovic)

Salah satu penyebab Manchester United tidak lolos ke Liga Champions musim ini karena kobobolan cukup banyak di Premier League musim lalu. Melihat hal itu, Manchester United langsung membeli dua bek tangguh pada musim panas ini.

Manchester United telah membeli Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire untuk mengisi pos pertahanan pada musim panas ini. The Red Devils mendatangkan kedua pemain tersebut dengan mahar 142 juta euro.

Investasi di lini bertahan Manchester United terbukti jitu. Hingga pekan kesembilan, Manchester United hanya kebobolan sembilan gol. Dibandingkan dengan musim lalu, tim Setan Merah telah kebobolan 54 gol, atau dengan rata-rata kemasukan 1,42 gol perlaga.

5 of 5

Masalah Klub Rival

Liga Champions
Pemain Tottenham Hotspur, Harry Kane. (AFP/Daniel Leal-Olivas)

UEFA memberikan empat tiket Liga Champions untuk peserta Premier League. Namun, dua slot tersebut sepertinya sudah menjadi miliki Manchester City dan Liverpool yang tampil dominan pada dua musim terakhir di Premier League.

Sekarang, dua slot tersisa masih harus diperebutkan oleh beberapa tim yang tampil di papan atas klasemen Premier League. Namun, tim-tim tersebut memiliki berbagai macam permasalahan yang sedang dialami.

Baik Chelsea dan Arsenal, kedua tim tersebut cukup kuat dalam hal menyerang. Tetapi, kedua tim asal London tersebut memiliki permasalahan yang sama dalam hal bertahan. Chelsea masih mengalami masalah dalam antisipasi bola mati, sedangkan Arsenal memiliki masalah dalam menentukan komposisi lini belakang.

Sementara itu, Tottenham Hotspur juga memiliki permasalahan dalam segi manajerial. Beberapa pemain terlihat tidak betah berlama-lama di skuat The Lilywhites, salah satunya adalah Christian Eriksen. Hal ini yang menyebabkan kondisi di ruang ganti Spurs tidak kondusif dan membuat performa tim tidak maksimal.

Dan yang terakhir adalah Leicester City dan Crystal Palace. Kedua tim tersebut dengan mengejutkan mampu menembus papan atas Premier League hingga saat ini. Namun, kedua tim memiliki permasalahan dalam kedalaman skuat. Jomplangnya antara pemain di tim utama dengan pemain cadangan menjadi penyebab kedua tim tersebut akan terlempar dari perebutan zona Liga Champions dalam waktu dekat ini. (Bola.com/Tegar Juel)

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Aditya Wicaksono/Editor: Rizki Hidayat, published 26/10/2019)

Lanjutkan Membaca ↓