4 Cara Premier League Lawan Aksi Rasialisme

Oleh Hesti Puji Lestari pada 23 Okt 2019, 07:45 WIB
Diperbarui 23 Okt 2019, 07:45 WIB
Logo Premier League

Jakarta Aksi rasialisme kembali merebak di sepak bola Inggris. Dua pemain Manchester United (MU) yakni Marcus Rashford dan Paul Pogba sempat menjadi korban aksi tak terpuji tersebut.

Rashford menjadi korban aksi rasialisme saat MU berjumpa Crystal Palace pada laga pekan ketiga Premier League di Old Trafford, Sabtu (24/8/2019). Saat itu, pemain berusia 21 tahun tersebut gagal mengeksekusi penalti.

MU akhirnya takluk 1-2 dari The Eagles. Kegagalan Rashford mengonversi tendangan 12 pas ternyata membawa kekecewaan tersendiri bagi fans.

Setelah pertandingan berakhir, Marcus Rashford menerima berbagai cemoohan dan hinaan fisik. Hal yang sama juga terjadi pada gelandang MU, Paul Pogba.

Pogba menjadi korban aksi berbau rasial saat gagal mengeksekusi penalti ketika MU ditahan 1-1 Wolverhampton Wanderers, pada laga pekan kedua Premier League di Molineux Stadium, Senin (19/8/2019).

Mengacu pada hal tersebut, pihak Premier League mulai mengambil langkah tegas memerangi aksi tak terpuji tersebut. Dari penelusuran Bola.com, pihak Premier League memiliki setidaknya empat cara untuk memerangi aksi rasialisme pada sepak bola Inggirs.

Sumber: Premier League

2 dari 5 halaman

1. Kampenye Aksi Anti-Rasialisme 9 Hari

Striker Manchester United, Marcus Rashford, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Newcastle pada laga Premier League di Stadion St James Park, Newcastle, Rabu (2/1). Newcastle kalah 0-2 dari MU. (AFP/Lindsey Parnaby)
Striker Manchester United, Marcus Rashford, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Newcastle pada laga Premier League di Stadion St James Park, Newcastle, Rabu (2/1). Newcastle kalah 0-2 dari MU. (AFP/Lindsey Parnaby)

Mulai 19 Oktober hingga 27 Oktober 2019, Premier League gencar menyelenggarakan kampanye anti-Rasialisme. Setiap pertandingan yang diselenggarakan dalam kurun waktu tersebut bakal mendapat label "No Room for Racism" (tak ada tempat untuk rasialisme).

Melansir dari website Premier League, kampanye tersebut menekankan bahwa perilaku rasialisme tidak mendapat toleransi di sepak bola Inggris. Pihak Premier League bahkan mengancam akan mengambil tindakan tegas untuk pelaku rasialisme.

Pihak manajemen bahkan sedang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi pelaku rasialisme di sepak bola Inggris.

3 dari 5 halaman

2. Kerja Sama dengan Perusahaan Media Sosial

Twitter
Logo Twitter (about.twitter.com)

Bukan hanya menyelenggarakan kampanye aksi rasialisme, manajemen Premier League juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan media sosial. Pihak terkait juga mulai melakukan pembicaraan dengan badan penasihat pemain dan pelatih.

4 dari 5 halaman

3. Modifikasi Bola

Sejak laga Everton kontra West Ham United pada Sabtu (19/10/2019), pihak Premier League mulai melakukan perubahan pada desain bola. Terdapat logi "No Space for Racism" pada satu sisi bola tersebut.

Pihak Premier League sengaja mendesain bola tersebut demikian untuk mempertegas visi mereka memerangi aksi rasialisme .

5 dari 5 halaman

4. Kolom Pengaduan

Liverpool Vs Manchester United
Para suporter Liverpool merayakan kemenangan atas Manchester United pada laga Premier League di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (16/12). Liverpool menang 3-1 atas MU. (AFP/Paul Ellis)

Kampanye yang dilakukan manajemen Premier League tersebut tidak hanya dilakukan satu arah. Pihak terkait juga mengajak seluruh suporter Liga Inggris turut serta dalam memerangi rasialisme.

Buktinya, mereka membuka kolom pengaduan untuk suporter yang ingin mengadukan aksi rasialisme. Kerjasama tersebut diharapkan bisa menekan aksi tak terpuji yang kembali mencuat ke permukaan.

Disadur dari Bola.com (penulis Hesti Puji Lestari, Editor Yus Mei Sawitri, published 22/10/2019)

Lanjutkan Membaca ↓