Kurniawan Dwi Yulinto Ikut Terjebak Topan Hagibis di Jepang

Oleh Marco Tampubolon pada 13 Okt 2019, 10:00 WIB
Topan Ganas Hagibis Ancam Terjang Jepang

Liputan6.com, Tokyo- Topan Hagibis sedang melanda Jepang akhir pekan ini. Dahsyatnya topan tersebut mengganggu aktivitas warga. Hujan lebat disertai angin kencang juga membuat beberapa agenda olahraga disana terpaksa terhenti.

Topan bukanlah bencana baru bagi Jepang. Namun Topan Hagibis merupakan topan terbesar yang melanda Negeri Matahari Terbit itu. Bencana ini telah menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan puluhan ribu mengungsi demi keamanan.

Badan Metereorologi Jepang (JMA), mengatakan, topan Hagibis berpotensi menyebabkan tanah longsor dan banjir. Karena itu JMA meminta warga untuk selalu berhati-hati dan bila perlu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Kemungkinannya sangat besar seperti tanah longsor dan banjir telah terjadi. Penting mengambil tindakan untuk menyelamatkan hidup anda,” JMA dalam jumpa pers seperti dilansir BBC.

 

2 of 3

F1

Topan Hagibis
Topan Hagibis yang sedang mengarah ke Jepang. (NASA)

Topan Hagibis dengan kecepatan angin mencapai 225km/jam berpotensi menghantam ibu kota, Tokyo pada hari Sabtu dan Minggu. Akibatnya, sejumlah saran transportasi umum berhenti beroperasi dan supermarket yang menjual bahan makanan diserbu warga.

Dua laga kejuaraan dunia rugbi—Inggris vs Prancis dan Italia vs Selandia Baru juga terpaksa dibatalkan dan dianggap berakhir seri. Ini merupakan pembatalan pertama sejak 32 tahun terakhir. Sementara empat laga lainnya menunggu perkembangan pada hari Minggu.

Selain Rugbi, babak kualifikasi balapan Formula 1 yang seharusnya berlangsung di Sirkuit Suzuka, terpaksa dibatalkan.

3 of 3

Si Kurus

Topan Ganas Hagibis Ancam Terjang Jepang
Ombak menghantam pemecah gelombang di sebuah pelabuhan di Kota Kiho, Prefektur Mie, Jepang, Jumat (11/10/2019). Topan Hagibis yang diprediksi akan menerjang Jepang diperkirakan memiliki kecepatan angin maksimal sebesar 162 kilometer per jam. (AP Photo/Toru Hanai)

Sementara itu, mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto tengah berada di Jepang mengikuti kursus kepelatihan. Topan Hagibis membuatnya khawatir. Lewat akun Instargam-nya, Kurniawan sempat memperlihatkan hujan deras disertai angin yang terjadi di sana.

"Ya Allah, lindungilah hamba dan semua yang ada di sini ya Allah,” tulis Kurniawan.

Dalam kolom komentar, Kurniawan juga sempat menyampaikan kalau badai terbesar belum tiba. "Alhamdulillah, sejauh ini masih aman. Mudah-mudahan tetap aman karena badai terbesar belum datang," ujar Kurniawan membalas komentar salah seorang followernya.

Kurniawan telah berada di Jepang sejak awal Oktober lalu. Jebolan primavera Itu mengikuti program AFC Pro Diploma Coaching coach di Cerezo, Osaka.

Lanjutkan Membaca ↓