Menghadapi Timnas Indonesia, Pelatih UEA Andalkan 2 Pemain Terbaik Asia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 10 Okt 2019, 18:30 WIB
Malaysia vs UEA

Dubai - Timnas Uni Emirat Arab (UEA) akan bertemu Timnas Indonesia pada laga ketiga Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Kamis malam (10/10/2019). Pelatih tuan rumah, Bert van Marwijk, bakal mengandalkan dua eks pemain terbaik Asia dalam laga ini. 

Mereka adalah Ahmed Khalil dan Omar Abdulrahman. Khalil sempat absen memperkuat UEA ketika menang 2-1 atas Malaysia pada partai pertama Grup G lantaran kondisinya kurang fit. Untuk menghadapi Timnas Indonesia, pemain terbaik Asia 2015 itu dinyatakan siap tempur.

"Saya gembira dengan kembalinya Khalil, yang sempat absen ketika melawan Malaysia," kata Van Marwijk dinukil dari laman Federasi Sepak Bola UEA.

Khalil adalah mesin gol utama UEA. Soccerway mencatat, pemain berusia 28 tahun ini telah mengumpulkan 45 gol dari 84 penampilan.

2 of 2

Memuji Omar Abdulrahman

Malaysia vs UEA
Pemain UEA, Omar Abdulrahman (tengah), berusaha melewati hadangan pemain Malaysia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Shah Alam, Malaysia, (17/11/2015). Malaysia kalah 1-2 dari UEA. (AFP Photo/Manan Vatsyayana)

Sementara itu, Van Marwijk memberikan pujian setinggi langit kepada Omar, sang pesepak bola terbaik Asia 2016. Namun, ketika menang atas Malaysia, pemain dengan ciri khas rambut kribo ini hanya bermain sebagai supersub.

"Omar adalah pemain yang luar biasa. Sebagai pelatih yang bekerja sama dengannya, Anda dapat melihanya berkembang saat pemusatan latihan kami di Bahrain," tutur Van Marwijk.

"Kami sebenarnya khawatir memanggil Omar. Tapi, dia sudah bermain banyak dengan klubnya dan saat ini kondisinya saya kira telah mencapai 90 persen," imbuh pelatih yang membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010 itu.

Adapun, UEA bakal meladeni perlawanan Timnas Indonesia pada partai ketiga Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019).

Disadur dari Bola.com (Penulis Muhammad Adiyaksa, Editor Benediktus Gerendo Pradigdo, Published 10/10/2019).

Lanjutkan Membaca ↓