Solskjaer Angkat Bicara soal Gol Kontroversial Arsenal ke Gawang MU

Oleh Aditya Wicaksono pada 01 Okt 2019, 18:50 WIB
Diperbarui 01 Okt 2019, 18:50 WIB
Arsenal Tahan Imbang Manchester United di Old Trafford
Perbesar
Ole Gunnar Solskjaer melihat aksi pemain Manchester United, Ashley Young. (AP Photo/Dave Thompson)

Manchester - Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer, mengatakan kalau Arsenal pantas untuk mendapatkan gol yang menjadi kontroversi. Menurutnya, Arsenal berhak atas gol tersebut karena memang tidak terjadi offside.

Pierre-Emerick Aubameyang mencetak gol penyeimbang untuk Arsenal pada laga melawan Manchester United. Gol itu membuat laga berakhir dengan skor 1-1.

Namun, Solskjaer merasa kalau gol tersebut bisa dihindari kalau saja hakim garis tidak membuat keputusan yang keliru. Keputusan dari hakim garis yang mengangkat bendera tanda offside membuat barisan pertahanan MU lengah.

“Ashley Young mengangkat tangannya karena ia bisa melihat hakim garis. Namun ia merasa ragu dengan hal tersebut,” ujar Solskjaer.

“Ia bisa saja membantu David dengan melakukan blok jika tidak ada reaksi dari hakim garis. Namun, pertandingan dan keputusan sudah terjadi. Tidak ada yang bisa kami lakukan.”

“Hakim garis seharusnya tidak mengangkat bendera karena itu menjadi bias. Keputusannya itu memberikan efek ke pertandingan.”

“Namun, saya mendukung keputusan yang benar dan Arsenal pantas mendapatkan gol tersebut,” ungkap Solskjaer.

Hasil imbang di Old Trafford membuat MU berada di peringkat ke-10, sedangkan Arsenal berada di peringkat keempat pada klasemen sementara Premier League.

2 dari 2 halaman

Beban Menggunung

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan instruksi saat melawan Bournemouth pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (30/12). MU menang 4-1 atas Bournemouth. (AP/Martin Rickett)
Perbesar
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (AP/Martin Rickett)

Hasil tidak maksimal yang diraih skuat Manchester United membuat beban manajer dan pemain semakin besar. Manchester United belum bisa lepas dari situasi sulit.

Hal itu membuat Solskjaer semakin tersudut. Manajemen Manchester United itu mendapat ujian perihal sejauh mana mereka akan bersabar dengan manajer tersebut.

Manchester United kehilangan kedalaman skuat karena kebijakan transfer dan banyaknya pemain yang cedera. Hal itu menjadi batu sandungan sekaligus tantangan bagi Solskjaer.

Sumber: FourFourTwo

Disadur dari Bola.com (Aditya Wicaksono/Wiwig Prayugi, published 1/10/2019)

Lanjutkan Membaca ↓