Dikalahkan Wakil Jepang, Fitriani Tersingkir dari Korea Terbuka 2019

Oleh Rizki Hidayat pada 26 Sep 2019, 10:47 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 10:47 WIB
Langkah Fitriani Terhenti di 16 Besar
Perbesar
Tunggal putri Indonesia, Fitriani melakukan pukulan serve ke arah pemain India, Saina Nehwal di babak 16 besar Bulutangkis Tunggal Putri Asian Games 2018 di Istora Kompleks GBK, Sabtu (25/8). Fitriani kalah 6-21, 14-21. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Jakarta Langkah tunggal putri Indonesia, Fitriani harus terhenti di perempat final Korea Terbuka 2019. Dia harus mengakui ketangguhan wakil Jepang, Sayaka Takahashi di babak kedua.

Menjalani pertandingan di Incheon Airport Skydome, Kamis (26/9/2019) pagi WIB, Fitriani kesulitan mengimbangi permainan Takahashi. Meski sempat memberikan perlawanan pada awal gim pertama, Fitriani akhirnya takluk 16-21 dan 7-21 dari Takahashi, dalam pertarungan selama 31 menit.

Hasil ini memperpanjang catatan minor pebulutangkis berusia 20 tahun tersebut saat bersua Sayaka Takahashi. Dari empat pertemuan terakhir, Fitriani selalu menelan kekalahan dari Takahashi.

"Sebenarnya saya sudah menonton pertandingan saya sebelumnya di Thailand Terbuka (melawan Sayaka Takahashi). Di sana defend saya lebih rapat, walaupun suka kecolongan, tetapi defend lebih rapat dan kontrolnya lebih enak," ujar Fitriani.

"Di Korea Terbuka saya banyak mati sendiri. Saya kurang bisa mengontrol dan lawan mainnya safe. Padahal sebenarnya kalau diserang terus lawan bisa mati sendiri," lanjutnya melalui rilis dari PBSI.

 

2 dari 2 halaman

Kurang Maksimal

Langkah Fitriani Terhenti di 16 Besar
Perbesar
Tunggal putri Indonesia, Fitriani mengembalikan kok ke arah pemain India, Saina Nehwal di babak 16 besar Bulutangkis Tunggal Putri Asian Games 2018 di Istora Kompleks GBK, Sabtu (25/8). Fitriani menyerah 6-21, 14-21. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Fitriani mengakui penampilannya kali ini belum maksimal. Pertahanan yang kurang rapat dan akurasi yang belum tepat menjadi kendala dalam menghadapi Takahashi.

"Saya harus lebih banyak latihan. Lebih berani di lapangan untuk menentukan permainan, bisa lebih lepas dan enjoy. Karena di lapangan semua tergantung saya, pelatih hanya memberi arahan," papar Fitriani.

Kehilangan Fitriani membuat tunggal putri Indonesia hanya menyiakan Gregoria Mariska Tunjung. Gregoria akan menghadapi wakil tuan rumah, Kim Ga Eun pada babak kedua.

Lanjutkan Membaca ↓