MotoGP: Jorge Lorenzo Mengeluh Motor Honda Dirancang Hanya untuk Marc Marquez

Oleh Liputan6.com pada 25 Sep 2019, 12:13 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 13:17 WIB
Jorge Lorenzo

Liputan6.com, Aragon - Pembalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengakui bahwa motor RC213V sangat bersimpangan dengan gaya balapnya yang terkenal halus. Meski begitu, kepada GPOne, ia menyatakan bahwa hal ini tak berarti dirinya ogah-ogahan dalam beradaptasi bersama Honda di MotoGP 2019.

Sejak bergabung dengan Honda akhir tahun lalu, Lorenzo tak pernah menemukan kecocokan dengan RCV, bahkan hingga kini belum juga masuk ke posisi 10 besar dalam satu pun balapan MotoGP. Belum lagi proses adaptasinya terhalang oleh berbagai cedera yang merundung.

Selain mengakui bahwa proses adaptasinya berjalan rumit dan butuh waktu panjang, Lorenzo menyatakan bahwa RCV memang dirakit untuk Marc Marquez, mengingat dialah satu-satunya pembalap yang mampu menaklukkan motor itu, sementara rider Honda lainnya kesulitan.

"Honda motor yang sangat menuntut fisik, sangat kaku, dan didesain untuk mengerem agresif dan masuk ke tikungan dengan cepat. Motor ini dirakit sesuai karakter Marc, dan dimodifikasi demi memenuhi kebutuhannya. Sebagai pebalap yang smooth seperti saya, ini bukan motor yang mudah," ujarnya.

Lorenzo pun mulai merasa ketidakcocokannya dengan RCV semakin terasa pada masa-masa uji coba pramusim MotoGP 2019, ketika Honda diketahui berusaha menambah tenaga pada mesin, menyaingi keunggulan yang selama ini dikenal dimiliki oleh mesin Ducati.

"Masalah dimulai pada motor 2019, saat Honda mencari lebih banyak tenaga. Marc mampu mengambil keuntungan tanpa terlalu banyak tertinggal di tikungan berkat gaya balapnya. Saya sudah menyadari ada yang salah dalam uji coba pramusim, tapi sudah terlambat untuk memperbaikinya," ungkapnya.

2 of 3

Berpikir Positif

Marc Marquez
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, . (AFP/Jean-Francois Monier)

Di lain sisi, Lorenzo mengaku tetap berpikir positif. Ia memaklumi bila Honda lebih mementingkan masukan dari Marquez, yang merupakan rider nomor satu mereka. Meski begitu, ia yakin Honda juga tengah berusaha membantunya mencari solusi agar lebih menyatu dengan RCV.

"Tim kami selalu mendengarkan Marc soal pengembangan motor, karena ia adalah yang tercepat. Saya tahu saya harus beradaptasi, tapi saya juga yakin Honda merupakan pabrikan hebat yang ingin memuaskan kami berdua, tak di semua area, melainkan di suatu area," pungkas Lorenzo.

3 of 3

Peluang Marquez

Ketika Marquez berpeluang besar mengunci gelar dunianya yang kedelapan di MotoGP Buriram, Thailand, dua pekan mendatang, Lorenzo masih berada di peringkat 19 pada klasemen pembalap dengan koleksi 23 poin.

Sumber: GPOne

Disadur Bola.net (Anindhya Danartikanya)

Lanjutkan Membaca ↓