Pengamat Sebut Honda Harus Banyak Berterima Kasih kepada Marc Marquez

Oleh Yus Mei Sawitri pada 24 Sep 2019, 17:50 WIB
Diperbarui 24 Sep 2019, 18:18 WIB
Marc Marquez, MotoGP Aragon 2019

Jakarta - Carlo Pernat menyebut Repsol Honda harus berterima kasih kepada Marc Marquez yang berhasil membuat panji-panji tim berkibar musim ini. Menurut pengamat MotoGP itu, tanpa Marquez Honda tak akan mampu bicara banyak di MotoGP.

Marc Marquez benar-benar tampil fenomenal pada musim ini. Setelah menjuarai MotoGP Aragon 2019, Minggu (22/9/2019), Baby Alien sudah unggul 98 poin atas pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso, pada pacuan juara MotoGP 2019. 

Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia pada seri berikutnya di MotoGP Thailand. Dia hanya membutuhkan meraih dua poin lebih banyak daripada Dovizioso untuk mengamankan titel juara dunia. 

Pernat mengatakan kehebatan Marquez tak perlu diragukan lagi. Marquez dinilainya sendirian mengangkat kejayaan Honda. 

"Angka-angkanya jelas, karena kita berbicara tentang seseorang berusia 26 tahun yang fenomenal, urutan ketiga pada koleksi titel dan sekarang segera melewati Valentino Rossi, serta mulai memendang Giacomo Agostini," kata Pernat, seperti dilansir GP One, Selasa (24/9/2019). 

"Jika saya Giacomo, saya akan mulai berusaha mengganggunya. Selain itu Marquez masih punya delapan tahun di depannya tanpa rival yang mampu mengalahkannya."

"Honda harus berterima kasih kepada dia dan mempertahankannya, karena tanpa Marc Marquez kita akan membicarakan Honda seperti Aprilia," imbuh Pernat. 

 

2 dari 2 halaman

Motor Honda Mengakomodasi Marquez

Marc Marquez
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez. (AFP)

Performa Marc Marquez pada MotoGP 2019 jauh mengungguli pembalap lain yang menggeber motor Honda. Pembalap terbaik di Honda setelah Marquez adalah Cal Crutchlow. Namun, pembalap LCR Honda itu hanya menempati posisi kesembilan di klasemen sementara. 

Crutchlow mengoleksi 98 poin. Artinya, torehan poinnya berjarak 202 poin dibading Marquez yang berkibar di puncak klasemen. 

Pembalap LCR Honda lainnya, Takaaki Nakagami, malah hanya menghuni peringkat ke-12. Pria asal Jepang itu mengoleksi 68 poin. 

Rekan setim Marquez, Jorge Lorenzo, mengalami musim yang sulit. Dia tercecer di posisi ke-19 dengan koleksi 23 poin. Namun, keterpurukan Lorenzo tak lepas dari rentetan cedera yang menderanya pada musim ini. 

Fenomena kecemerlangan Marquez tak lepas dari sorotan pembalap Honda lainnya. Lorenzo bahkan terang-terangan menyindir Honda terkait fenomena itu. 

Lorenzo menuding Honda mendesain motor hanya untuk mengakomodasi gaya membalap Marquez. Hal itu sudah berlangsung sejak Baby Alien promosi ke kelas MotoGP. Akibatnya, pembalap-pembalap Honda lainnya jadi kesulitan menaklukkan motor RC213V. 

Sumber: GP One 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓