Soal Penyelenggaraan GBK Race, Kemenpora Minta Klarifikasi ke Pihak Pengelola

Oleh Yus Mei Sawitri pada 23 Sep 2019, 14:22 WIB
Diperbarui 23 Sep 2019, 14:22 WIB
Usai Renovasi, Warga Kembali Berolahraga di Kawasan Stadion GBK

Jakarta - Ajang balap mobil GBK Race-Time Attack Challenge, yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada 4-6 Oktober menjadi viral di media sosial. Warganet menentang kawasan sekitar GBK dijadikan ajang tersebut.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun tidak tinggal diam. Mereka mengingatkan kepada pengelola kompleks GBK untuk mempertimbangkan secara matang pemberian izin balap mobil GBK Race.

"Kemenpora sangat berharap pada PP GBK untuk sangat berhati-hati supaya masalah rencana tersebut dipertimbangkan nilai kemanfaatannya bagi publik atau sebaliknya, karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu," ujar Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9/2019).

Dalam poster yang beredar di media sosial, event itu bertajuk GBK Race. Hal itu menjadi perbincangan warganet karena telah menyalahi aturan lingkungan olahraga.

Bahkan beredar sebuah video yang memperlihatkan mobil balap melaju di area GBK. Menurut pengelola, mobil itu sedang melakukan tes kecepatan, bukan sedang balapan.

Gatot mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) Winarto perihal klarifikasi akan diselenggarakannya GBK Race.

Menurut Gatot, pihak pengelola tidak membantah tentang kegiatan otomotif itu. Perihal mobil balap yang melaju di GBK berdasarkan keterangan dari pengelola, merupakan simulasi untuk selanjutnya dilakukan evaluasi lanjutan.

"Yang hasilnya sedang dianalisis untuk dirapatkan pada Senin antara penyelenggara dengan GBK untuk mengetahui apakah go or not go. Juga disebutkan, bahwa kegiatan tersebut hanya akan mengambil jam kosong (siang hari) dan tidak pas sedang crowded (pagi, sore, Sabtu dan Minggu)," kata Gatot, seperti dilansir Antara

 

2 dari 3 halaman

Adu Kecepatan

Gatot mengatakan pihak pengelola mengatakan kegiatan itu tidak dalam bentuk balapan, hanya sebatas memutari jalan yang sudah dirancang. Namun, Kemenpora berpandangan bahwa istilah itu mengacu pada adu kecepatan.

"Istiralah race secara hukum berkonotasi balapan atau kecepatan. Kalau satu mobil muter dan kecepatan tinggi dan kemudian mobil berikutnya gantian muter, ya berarti ada race karena diperbandingkan kecepatannya," kata dia.

Meski begitu, Kemenpora meminta agar pihak pengelola tetap menjaga marwah GBK sebagai prasarana yang diidentikkan sebagai kegiatan olahraga. Apalagi aksesnya dilakukan di tempat terbuka.

Meskipun balap mobil masuk dalam cabang olahraga, namun wajib diselenggarakan di tempat khusus yakni arena balapan.

"Kegiatan otomotif sebagai olahraga adalah sangat didukung oleh Kemenpora, tetapi ada venuenya tersendiri," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Pertimbangan Matang

Dihubungi terpisah, Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) Winarto mengatakan kegiatan mobil kemarin bukanlah lampu hijau dari pengelola memberikan izin penyelenggaraan balap.

Justru kata dia, pengelola ingin tahu perihal bagaimana teknis kegiatan. Selanjutnya, pengelola akan memutuskan apakah akan memberikan izin atau tidak.

"Kami belum tahu teknis keberlangsungannya. Ini akan dievaluasi," kata dia.

Sebagai sarana olahraga, GBK terbuka bagi siapa saja yang ingin menggunakan area kompleks untuk kegiatan positif. Ia tidak menutup pintu bagi siapa pun, namun tentunya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

"Itu juga kan cabang olahraga sebetulnya. Kita berbagi ruang dan waktu karena kami juga memiliki pertimbangan matang untuk tidak membuat masyarakat lainnya dirugikan," kata dia.

Sumber: Antara

Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri/ Aditya Wicaksono)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓