Bima Sakti Ingin Terapkan Metode TC Luis Milla Bersama Timnas Indonesia U-16

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 23 Sep 2019, 09:10 WIB
Diperbarui 23 Sep 2019, 09:10 WIB
Timnas Indonesia U-16

Jakarta - Timnas Indonesia U-16 mengakhiri Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 dengan status runner-up Grup G. Pasukan Bima Sakti mencatatkan tiga kemenangan dan sekali imbang untuk meraup 10 poin.

Timnas Indonesia U-16 bermain imbang 0-0 melawan China pada partai terakhir Grup G di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Setelah ini, skuat Timnas Indonesia U-16 akan dibubarkan. Namun, pelatih Bima Sakti Tukiman berencana untuk mengadakan pemusatan latihan (training centre) setiap satu bulan sekali.

Kata Bima Sakti, ia belajar dari mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas, untuk sering mengumpulkan para pemain agar kekompakan tetap terjaga.

"Kami berencana mengadakan program bulanan untuk Timnas Indonesia U-16. Belajar dari coach Luis Milla, sebulan harus ada program atau TC," kata Bima Sakti.

2 dari 2 halaman

Kembali ke Klub

Timnas Indonesia U-16 Vs Filipina
Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, saat melawan Filipina pada laga babak Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (16/9/2019) (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mengenai lokasi TC, Bima Sakti menyiapkan beberapa alternatif. Saat ini, yang menjadi opsi adalah Yogyakarta dan Malang.

Sebelumnya, sejumlah tempat di Jabodetabek telah dijadikan tempat TC Timnas Indonesia U-16. Di antaranya Jakarta, Bogor, dan Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Mereka akan kembali ke klub dan bermain di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16. Kejuaraan-kejuaraan lain juga sangat membantu," imbuh Bima Sakti.

Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa / Wiwig Prayugi)

Lanjutkan Membaca ↓