Aung La N Sang Siap Hadapi Tantangan Terbesar di ONE Championship

Oleh Liputan6.com pada 18 Sep 2019, 16:30 WIB
Aung La “The Burmese Python” N Sang (dok One Championship)

Liputan6.com, Jakarta - Atlet fenomenal asal Myanmar Aung La “The Burmese Python” N Sang akan menjalani tantangan terbesarnya di ONE Championship ketika menghadapi Brandon “The Truth” Vera. Duel ini akan digelar di Tokyo, Jepang, pada 13 Oktober nanti.

Ia akan mempertahankan gelar ONE Light Heavyweight miliknya dalam ajang ONE: CENTURY II. Duel ini juga bertepatan dengan perhelatan ke-100 ONE Championship yang juga merupakan ajang bela diri terbesar abad ini.

“The Truth” bisa dikatakan merupakan lawan terberat Aung La dalam karirnya di dunia bela diri. Juara Dunia ONE Heavyweight ini selalu memenangi laganya bersama ONE Championship lewat KO pada ronde pertama. Namun pahlawan nasional Myanmar ini yakin mampu keluar sebagai pemenang di akhir laga.

Atraksi utama dalam ajang ini telah diumumkan pada bulan Maret lalu, dalam ajang pertama ONE di Jepang bertajuk ONE: A NEW ERA.

Kala itu, saat Aung La merayakan kemenangan atas atlet tuan rumah Ken Hasegawa. Brandon lalu menaiki arena sumo legendaris di Jepang, Ryogoku Kokugikan, dan menawarkan tantangan pada Aung La untuk memperebutkan sabuk ONE Championship Light Heavyweight miliknya. Itu merupakan satu dari dua sabuk Juara Dunia yang “The Burmese Python” saat ini selain sabuk Juara Dunia ONE Middleweight.

2 of 3

Sangat Bersemangat

ONE Championship Aung La N Sang
ONE Championship Aung La N Sang (Dok: ONE Championship)

Satu bulan menjelang laga terbesarnya, Aung La mengaku tak sabar untuk kembali menginjakan kaki di Tokyo dan menjadi bagian dari sejarah seni bela diri dunia.

“Saya tidak dapat mengekspresikannya, tetapi saya sangat bersemangat,” tutur Aung La. “Saya merasa sangat beruntung memiliki kesempatan menampilkan kemampuan saya dan memberikan performa yang luar biasa, maka saya sangat bersemangat.”

 

3 of 3

Pahlawan Myanmar

Aung La mengaku telah berlatih dengan atlet bertubuh lebih besar dari sang lawan sebagai bagian dari persiapan. 'Saat malam pertandingan tiba, ukuran serta kekuatan tidak akan menjadi masalah,” ungkap Aung La.

 Ia merupakan sosok yang dianggap pahlawan nasional Myanmar karena raihan gelar juaranya telah mampu menyatukan bangsa yang tengah terbelah karena konflik.

 Bahkan sebuah patung didirikan untuk mengenang kebesaran Aung La, sehingga ia mengerti betul pentingnya mempertahankan gelar Juara Dunia tersebut.

 

Lanjutkan Membaca ↓