Cerita Natalie dan Mute Berkarier Jadi Pemain Esports PUBG di Tim Onic

Oleh Luthfie Febrianto pada 14 Sep 2019, 20:20 WIB
Natalie dan Mute - PUBG Mobile B.E.S.T

Liputan6.com, Serpong - Dunia esports bukan monopoli kaum pria. Para wanita pun kini sudah terjun menjadi pemain esports profesional.

Natalie dan Mute dari tim Onic adalah contohnya. Mereka ikut ambil bagian dalam turnamen PUBG Mobile B.E.S.T (Bubu Esports Tournament) di ICE BSD, Sabtu (14/9/2019).

Natalie dan Mute punya alasan masing-masing soal terjunnya mereka menjadi pemain esports. Natalie misalnya, wanita berusia 26 tahun ini mengaku penasaran dengan dunia esports khususnya PUBG.

"Gue nggak bisa main game sebenarnya. Tapi, karena ada PUBG, bikin orang penasaran," ujar Natalie.

Natalie mengaku mendapat dukungan dari orang-orang sekitar untuk berkarier sebagai pemain esports. Ia menuturkan banyak pemain wanita yang sebetulnya tidak kalah jago ketimbang para pemain pria.

"Banyak yang skillnya sama kayak cowok. Tahun lalu belum kelihatan saja," ujar Natalie yang juga mengaku berkarier sebagai wiraswasta.

Turnamen esports B.E.S.T menjadi salah satu turnamen yang hadir dengan wajah berbeda. Turnamen yang diinisiasi Bubu.com itu turut diikuti tim-tim esports wanita di Indonesia.

Hadiah yang disediakan pihak panitia untuk para pemenang wanita pun tidak main-main. Dari total Rp 750 juta, sebanyak Rp 290 juta dialokasikan untuk tim-tim yang juara.

Natalie berharap, akan ada lebih banyak turnamen serupa yang memberi kesempatan bagi para pemain wanita. "Semoga ada turnamen ini lagi kalau bisa jauh lebih besar," kata Natalie.

 

2 of 3

Berawal dari Hobi

Natalie dan Mute - PUBG Mobile B.E.S.T
Dua pemain tim Oni, Natalie (kiri) dan Mute dalam kompetisi PUBG Mobile B.E.S.T di ICE BSD, Serpong, Sabtu (14/9/2019). (foto: Liputan6.com/Luthfie Febrianto)

Kisah Natalie agak berbeda dari rekan setimnya, Mute. Wanita berusia 19 tahun itu mengaku sudah hobi bermainn PUBG sejak awal.

Namun Mute mengaku keinginannya berkarier sebagai pemain esports sempat diragukan orangtuanya. Ia menuturkan, yang terpenting adalah soal mengatur waktu berlatih dan belajar.

"Setelah buktiin mereka dukung. Selama kita manage waktu, why not, dunia sekolah tak terganggu. Esports juga. Kenapa enggak," ujar mahasiswi jurusan Administrasi Negara Universitas Padjadjaran tersebut.

 

 

3 of 3

Banyak Hal Positif

Mute mengatakan banyak hal positif yang ia dapat usai berkarier sebagai pemain esports. Salah satu hal positif itu adalah memiliki banyak teman dari berbagai daerah.

"Gim itu ada positifnya karena kita bisa lagi mengenal orang-orang dengan gim ini gue jadi kenal orang luar kota," katanya mengakhiri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓