Lukaku Jadi Korban Rasis, Pelatih Inter Milan: Italia Butuh Pendidikan Tambahan

Oleh Marco Tampubolon pada 02 Sep 2019, 16:49 WIB
Diperbarui 02 Sep 2019, 16:49 WIB
Romelu Lukaku
Perbesar
Romelu Lukaku jadi korban rasisme di kandang Cagliari saat Inter Milan petik kemenangan (AP/Luca Bruno)

Liputan6.com, Cagliari Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, berang dengan aksi rasial yang menimpa strikernya, Romelu Lukaku. Insiden menjijikkan ini terjadi saat timnya menang 2-1 atas Cagliari pada lanjutan Serie A yang berlangsung di Sardegna Arena, Senin dini hari WIB (2/9/2019). 

Lukaku menjadi penyelamat kemenangan Inter Milan dalam duel ini setelah gol Lautaro Martinez pada menit ke-27 berhasil disamakan oleh Joao Pedro pada menit ke-50. Gol yang dicetak eks Manchester United itu pada menit ke-72 membawa Inter kembali unggul 2-1.

Itu merupakan gol kedua secara beruntun yang dicetak Lukaku sejak berseragam Inter Milan. Kemenangan ini sekaligus mengantar Nerazzurri ke puncak klasemen Serie A. 

Gol Lukaku lahir dari titk putih penalti. Sayang kegembiraannya terganggu oleh nyanyian rasis yang diteriakkan suporter tuan rumah yang berada di belakang gawang Cagliari. Mereka menirukan suara monyet untuk mengganggu konsentrasi pemain Belgia itu. 

Wajah Lukaku masih menyimpan kemarahan usai menjebol gawang Cagliari. Eks pemain Everton itu tampak sangat tersinggung dengan sikap menjijikkan suporter tuan rumah. 

Ini bukan kali pertama fans Cagliari bertingkah rasial. Sebelumnya, penghinaan seperti ini juga pernah menimpa Moise Kean, Blaise Matuidi, Sulley Muntari, dan Samuel Eto’o.  

"Benar, saya tidak mendengar nyanyian itu dari bench pemain," kata pelatih Chelsea, Antonio Conte seperti dilansir Metro.co.uk. "Tapi benar, Italia butuh pendidikan tambahan. Sebelumnya saya juga pernah mendengar keluhan Carlo Ancelotti yang mendapatkan perlakukan yang sama di lapangan itu. Bila Anda ke luar negeri, Anda bakal dihormati, fans hanya fokus dalam mendukung tim kesayangannya," beber Antonio Conte. 

 

2 dari 2 halaman

Bela Lukaku

Sementara itu, bek Inter Milan, Milan Skriniar, sempat meminta suporter Cagliari berhenti mengolok-olok Lukaku. Usai laga, Skriniar pun menyampaikan pandangannya. 

"Nyanyain rasial terhadap Lukaku? Saya mendengar banyak hal yang harusnya tidak pernah ada di sepak bola," katanya. "Saya lalu minta fans Cagliari tutup mulut," bebernya. 

 

Lanjutkan Membaca ↓