Pembalap Takut Mengaspal Usai Kematian Anthoine Hubert

Oleh Marco Tampubolon pada 02 Sep 2019, 14:00 WIB
Poster Anthoine Hubert

Liputan6.com, Stavelot Kematian pembalap Formula 2, Anthoine Hubert, ternyata tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi dunia otomotif. Insiden tragis yang merenggut nyawa pria berusia 22 tahun tersebut juga menyisakan ketakutan bagi pembalap single seater lainnya.

Hubert tewas setelah terlibat kecelakaan maut pada balapan Formula 2 pada seri Belgia yang berlangsung di Sirkuit Spa Franchorchamps, Sabtu lalu. Upaya Hubert menghindari tabrakan dengan Giuliano Alesi justru membuatnya ditabrak Juan Manuel Correra yang melaju kencang dari belakang. Mobil Hubert hancur dan terbelah dua akibat insiden mengerikan itu.

Kedua pembalap segera dilarikan ke rumah sakit. Namun Hubert dinyatakan tewas satu jam kemudian.

Charles Leclerc yang berhasil menjuarai balapan Formula 1 sehari setelah kejadian ikut terpukul atas kematian Hubert. Apalagi selama ini, mereka dikenal bersahabat.

Kesedihan Leclerc bahkan tergambar jelas saat menerima trofi kemenangan. Tidak ada euforia berlebihan yang dilakukannya merayakan kemenangan perdananya di F1 itu.

Kesedihan juga dirasakan pembalap Renault, Daniel Ricciardo. Kematian Hubert juga membuatnya takut untuk balapan di Belgia. "Saya pikir tidak ada lagi yang ingin balapan di sini. Semua bertanya-tanya, apakah ini sepadan?" ujar Ricciardo seperti dilansir The Sun.

"Ini pekerjaan, profesi, hidup kami, tapi ini tetaplah balapan mobil bereliling lingkaran. Ini pendapat pribadi saya, tapi saya tidak sendiri," bebernya.

"Saya masih mepertanyakan itu sejak kemarin malam. Tapi melihat keluarga Anthonie ada di sini, memberi saya kekuatan tambahan. Bagaimana mereka bisa ada di sini setelah kejadian itu? Saya tidak bisa bayangkan dalam posisi mereka, mereka lebih kuat dari kami," katanya.

 

2 of 3

Berusaha Tegar

Keluarga dan rekan-rekan Anthoine Hubert
Keluarga dan rekan-rekan Anthoine Hubert saat mengheningkan cipta dalam acara yang dilakukan jelang balapan Formula 3 di Spa-Francorchamps, Minggu (1/9/2019). (BENOIT DOPPAGNE / BELGA / AFP)

Hubert mengawali karir balapannya sebagai pembalap di Formula Renault 2.0 Eropa pada 2014 lalu. Pria asal Prancis itu baru terjun ke balapan Formula 2 mulai tahun ini. Sebelum tewas, pembalap yang lama tampil di GP3 itu sempat memenangkan seri Monalo da Prancis. 

Hubert bukan pembalap pertama yang tewas saat tampil pada balapan single seater. Di ajang yang lebih bergengsi, yakni balapan Formula 1, para pecinta otomotif tentu tidak akan pernah melupakan kejadian tragis yang menimpa Ayrton Senna. Legenda balap F1 asal Brasil tersebut juga tewas usai menabrak pembatas pada GP San Marino, 1994 lalu. 

"Cukup aneh, cara terbaik untuk memberi penghormatan adalah dengan balapan lagi. Namun banyak yang sedih di paddock dan sangat berat untuk tetap berada di sini dan mencoba menunjukkan wajah tegar kepada semua orang," kata Ricciardo. 

 

 

3 of 3

Batal Reuni

Kematian Hubert juga memberi pukulan telak bagi pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly. Dia sangat merasa kehilangan atas kepergian sahabat masa kecilnya itu. 

"Ini merupakan pre-race tersedih dalam hidupku sebab di usia 23 Anda tidak siap kehilangan teman terbaikmu. Saya tumbuh bersama sejak kecil, sejak main karting pada usia 7 tahun. Kami teman sekamar, tinggal di apartemen sama, di kamar yang sama selama 6 tahun." 

Menurut Gasly, mereka sebenarnya sempat ingin menggelar reuni usai GP Belgia. Namun kecelakaan tragis itu membuat acara yang seharusnya menyenangkan itu berubah duka. 

"Saya telah berencana bertemu dengan semua teman kami sebab tidak satupun yang tahu dan menyadari insiden ini. Benar-benar menyedihkan," beber Gasly menambahkan. 

 Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by