Timnas Indonesia Manfaatkan Saddil Ramdani untuk Mengetahui Kekuatan Malaysia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 02 Sep 2019, 00:00 WIB
Diperbarui 02 Sep 2019, 00:00 WIB
Saddil Ramdani
Perbesar
Gelandang Timnas Indonesia, Saddil Ramdani, mengontrol bola saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Kedua negara bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy akan memaksimalkan kedekatan Saddil Ramdani dengan sepak bola Malaysia. Hal itu dilakukan karena Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada partai pertama Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia bakal berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2019).

McMenemy memanggil Saddil setelah Greg Nwokolo mengalami cedera pada pemusatan latihan (training centre) sebelum Kualifikasi Piala Dunia 2022. Gelandang berusia 20 tahun itu dipilih berkat penampilan apiknya bersama Pahang FA di Liga Super Malaysia.

Pengalaman Saddil berkarier di Negeri Jiran bermanfaat bagi McMenemy untuk mengulik kekuatan Malaysia. Peran eks pemain Persela Lamongan itu di Timnas Indonesia diibaratkan mirip dengan Irfan Bachdim.

McMenemy membawa Bachdim karena sang pemain pernah berkiprah di Liga Thailand bersama Chonburi dan Nakhon Ratchasima pada 2013 dan Ventforet Kofu serta Hokkaido Consadole Sapporo pada periode 2014-2016.

Pengetahuan sang pemain sangat berguna karena setelah menjamu Malaysia, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Thailand berselang lima hari.

Bachdim diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi McMenemy bagaimana cara mematikan Chanathip Songkrasin, nyawa Thailand yang kini berkarier di Liga Jepang bersama Hokkaido Consadole Sapporo, serta dua pemain Thailand lainnya yang berkiprah di J-League.

"Kurang lebih begitu. Sama dengan Irfan Bachdim yang pernah bermain di Thailand dan Jepang. Jadi, dia bisa mengerti Chanathip Songkrasin," kata McMenemy.

"Ini tentang pengalaman yang bisa dimanfaatkan. Saat ini ada banyak pemain naturalisasi, belum tentu mereka akan jadi starter melawan Malaysia. Pemain berpengalaman bisa membagikan pengalaman mereka saat latihan," tutur arsitek Timnas Indonesia berusia 41 tahun itu.

2 dari 2 halaman

Peran Pemain Berpengalaman

Timnas Indonesia Vs Vanuatu
Perbesar
Para pemain Timnas Indonesia merayakan gol yang dicetak Beto Goncalves ke gawang Vanuatu ada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Sabtu (15/6). Indonesia menang 6-0 atas Vanuatu. (Bola.com/Yoppy Renato)

Itulah mengapa McMenemy banyak memanggil pemain senior di Timnas Indonesia. Pengalaman dan kepemimpinan mereka dibutuhkan untuk meredam kekuatan lawan.

McMenemy berharap, pemain yang lebih berpengalaman dapat menularkan ilmunya kepada pemain lain. Termasuk, empat pemain naturalisasi yang tersisa, yaitu Victor Igbonefo, Stefano Lilipaly, Alberto Goncalves, dan Osas Saha.

"Mereka bisa dilihat bagaimana di hotel, bagaimana makan, dan bagaimana mereka menyiapkan laga, semua aspek profesionalisme itu. Jadi tim ini seperti punya pelatih tambahan. Itulah kenapa pemain naturalisasi saya panggil, mereka bisa bagi pengalaman itu," tutur McMenemy.

Disadur dari: Bola.com (Penulis Muhammad Adiyaksa/ Editor Aning Jati, published 01/09/2019)

 

Lanjutkan Membaca ↓