Otavio Dutra Sebut Level Timnas Indonesia Berada di Atas Malaysia

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 28 Agu 2019, 09:20 WIB
Diperbarui 28 Agu 2019, 09:20 WIB
Latihan Timnas Indonesia
Perbesar
Pemain Timnas Indonesia, Otavio Dutra, mengontrol bola saat latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Jumat (8/3). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga persahabatan melawan Myanmar. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta - Otavio Dutra terus memperlihatkan kecintaannya terhadap Indonesia. Bek Persebaya Surabaya itu tengah menjalani proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk bisa membela Timnas Indonesia.

Meski begitu, Simon McMenemy, pelatih Timnas Indonesia, tetap memanggilnya ke pemusatan latihan (training centre) untuk putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia menghadapi Malaysia dan Thailand.

Pertandingan kontra Malaysia akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 September 2019. Lantaran proses pergantian warga negaranya belum sah, Dutra terancam absen dalam laga tersebut.

Namun, aura bentrok antara Timnas Indonesia dengan Malaysia telah dirasakan oleh Dutra. Bek berusia 36 tahun ini menilai pertandingan kedua negara layaknya derbi.

"Melawan Malaysia layaknya derbi bagi Timnas Indonesia. Saya selalu menonton Timnas Indonesia berlaga, meski itu timnas kelompok umur karena saya cinta Indonesia," kata Dutra.

2 dari 2 halaman

Optimistis

Timnas Indonesia Vs Timor Leste
Perbesar
Suporter Timnas Indonesia memberikan dukungan saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Dutra optimistis Timnas Indonesia dapat mengalahkan Malaysia pada partai pertama Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Apalagi, menurutnya, tim asuhan McMenemy punya level di atas lawannya itu.

Namun, secara ranking FIFA, Timnas Indonesia yang berada di posisi ke-160, tertinggal dari Malaysia yang menempati peringkat ke-159.

"Saya sudah tahu kalau Malaysia adalah tim yang berkualitas. Tapi, Indonesia lebih di atasnya," jelas pemain kelahiran Fortaleza, Brasil, ini.

Di sisi lain, saat ini proses naturalisasi Dutra telah memasuki tahap akhir.

"Saya masih menunggu surat dari Komisi III DPR RI. Setelah itu, tanda tangan dari presiden baru bisa mendapatkan KTP dan paspor Indonesia," imbuh Dutra.

Lanjutkan Membaca ↓