Kebiasaan Sarri Isap Rokok Bisa Ganggu Penampilan Ronaldo

Oleh Liputan6.com pada 22 Agu 2019, 18:25 WIB
Diperbarui 11 Sep 2019, 11:25 WIB
Maurizio Sarri - Juventus - ICC 2019

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, memiliki kebiasaan yang sudah dihentikan, yakni merokok. Sarri bisa disebut sebagai pecandu berat rokok. Beberapa waktu lalu, ia pernah mengakui bahwa dirinya bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari.

Pria berusia 60 tahun itu bahkan tidak sungkan melakukannya dari pinggir lapangan sambil memberikan instruksi kepada anak asuhnya. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan Sarri sejak masih menukangi bekas klubnya dulu, Napoli.

Di Chelsea, Sarri harus menahan kebiasaannya menyusul adanya aturan tegas soal rokok di dalam stadion. Sempat beredar kabar bahwa tim akan menyediakan tempat khusus baginya, namun pada akhirnya ia berkompromi dengan mengunyah filternya saja.

Baru-baru ini, Sarri divonis menderita penyakit pneumonia dan harus menjalani terapi. Alhasil, ia diragukan bisa mendampingi Juventus saat bertandang ke markas Parma di pekan perdana Serie A hari Sabtu (25/8/2019) mendatang.

2 of 3

Ronaldo Bisa Terganggu

Tanpa Neymar, Ini 10 Kandidat Pemain Terbaik FIFA 2018
Pemain depan Portugal, Cristiano Ronaldo menjulurkan lidahnya dalam pertandingan Piala Dunia 2018 antara Portugal dan Maroko di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 20 Juni 2018. Ronaldo masuk dalam kandidat pemain terbaik FIFA 2018. (AFP PHOTO/YURI CORTEZ)

Kebiasaan ini kemudian mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan, salah satunya datangi dari pakar sepak bola Matteo Bonetti. Ia ragu pemain seperti Cristiano Ronaldo bisa memberikan performa maksimal sementara pelatihnya sedang mengisap rokok di pinggir lapangan.

"Saya tak bisa membayangkan sebuah dunia di mana Cristiano Ronaldo sedang diasuh oleh Maurizio Sarri," ujar Matteo Bonetti saat berbicara kepada ESPN FC.

"Itu aneh, Sarri merokok di dekat pinggir lapangan, apakah anda bisa membayangkan Ronaldo mengendus bau tersebut sementara dirinya sedang melatih fisiknya yang sempurna? Ayolah," lanjutnya.

3 of 3

Meragukan Peluang Juventus Juara

Bonetti juga meragukan peluang Juventus mempertahankan gelar Scudetto di bawah asuhan Maurizio Sarri. Kali ini bukan karena kebiasaan sang pelatih, melainkan kehadiran Antonio Conte di kursi kepelatihan rival bebuyutan Bianconeri, Inter Milan.

"Mereka adalah tim yang bisa menang dengan skor 1-0 dan tidak kebobolan, mungkin mereka takkan memimpin klasemen dengan torehan pencetak gol terbanyak," tambahnya.

"Tapi dengan lini belakang seperti [Milan] Skriniar, [Stefan] De Vrij, dan [Diego] Godin dalam sistem Conte yang sudah terbukti di liga, mereka bisa menjadi anti-Juve," tandasnya.

Sumber: Bola.net

Lanjutkan Membaca ↓